TANJUNG SELOR - Kampung Pancasila Tanjung Harapan yang berada di Jalan Gelatik RT 41, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, mendapat perhatian khusus setelah ditetapkan sebagai Kampung Pancasila terbaik di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Predikat tersebut mengantarkan Kampung Pancasila Tanjung Harapan untuk mewakili Kodam VI/Mulawarman dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat pusat.
Peninjauan dan penilaian dilakukan langsung oleh Tim Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat (AD), akhir pekan tadi.
Kehadiran tim penilai menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk menunjukkan berbagai potensi dan program yang telah dikembangkan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Korem 092/Maharajalila dan Kodim 0903/Bulungan, pemerintah daerah serta unsur masyarakat.
Dalam peninjauan, tim melihat secara langsung kondisi lingkungan, kehidupan sosial masyarakat, semangat gotong royong hingga berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan Kampung Pancasila.
Salah satu kegiatan yang turut mewarnai peninjauan tersebut adalah Panen Perdana Program Ketahanan Pangan Kampung Pancasila.
Program ini menjadi bentuk sinergi nyata antara TNI AD dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif yang tersedia di lingkungan permukiman.
Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan pangan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat budaya gotong royong.
Keterlibatan masyarakat dalam mengelola lahan produktif menjadi salah satu gambaran bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas ditetapkannya Tanjung Harapan sebagai Kampung Pancasila terbaik se-Wilayah Kodam VI/Mulawarman yang mencakup Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan masyarakat yang selama ini mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama dan latar belakang sosial.
“Wilayah ini berhasil menjadi percontohan kerukunan lintas suku dan agama yang hidup berdampingan secara damai sesuai semangat persaudaraan lokal ‘Tenguyun’ (Senguyun/Guyub),” ujar Bupati.
Ia menilai, semangat tenguyun yang telah tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal sosial penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan.
Nilai kebersamaan tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menempatkan persatuan, toleransi dan gotong royong sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati berharap predikat terbaik di tingkat Kaltim-Kaltara dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Tanjung Harapan untuk terus menjaga lingkungan, meningkatkan kegiatan sosial serta mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kampung Pancasila bukan hanya tentang predikat, tetapi bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dan diterapkan dalam keseharian masyarakat,” lanjutnya.
Selain menyoroti keberhasilan Kampung Pancasila, Bupati juga menyampaikan rencana pengembangan wilayah perkotaan Tanjung Selor.
Pemerintah Kabupaten Bulungan tengah mempersiapkan rencana pemekaran sejumlah wilayah kelurahan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
Bupati mengungkapkan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir direncanakan dimekarkan menjadi dua kelurahan baru. Salah satu pusat wilayah pemekaran tersebut akan mencakup kawasan Tanjung Harapan dan Sabanar.
Sementara itu, di wilayah Kelurahan Tanjung Selor Timur juga direncanakan pemekaran satu kelurahan baru.
Penataan tersebut diharapkan dapat memperpendek rentang pelayanan pemerintahan sekaligus menyesuaikan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di kawasan Tanjung Selor.
Menurut Bupati, rencana pemekaran wilayah tersebut juga berkaitan dengan persiapan jangka panjang menuju pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor.
Karena itu, berbagai aspek pembangunan dan penataan kawasan perlu dipersiapkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Keberadaan Kampung Pancasila Tanjung Harapan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat, kerukunan sosial, ketahanan pangan dan semangat gotong royong.
Dengan menjadi wakil Kodam VI/Mulawarman dalam penilaian tingkat pusat, masyarakat Tanjung Harapan kini memiliki tantangan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan secara konkret melalui kehidupan masyarakat yang rukun, produktif dan mandiri. (*)
Editor : Sophian Hadi