Sekda Bulungan Dorong Sekolah Catur untuk Jaring Atlet Sejak Dini

Fijai RT • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:31 WIB
PIMPIN PLENO : Suasana pleno Muskab Percasi Bulungan 2026-2030, Minggu (30/8).
PIMPIN PLENO : Suasana pleno Muskab Percasi Bulungan 2026-2030, Minggu (30/8).

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mendorong pembentukan sekolah catur sebagai wadah penjaringan dan pembinaan atlet sejak usia dini. Gagasan tersebut disampaikan Sekda Bulungan H. Risdianto dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bulungan, Minggu (30/8).

Risdianto mengatakan, Pemkab Bulungan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan berkomitmen meningkatkan pembinaan prestasi olahraga, termasuk cabang olahraga (cabor) catur. Dukungan diberikan agar kepengurusan dan program pembinaan Percasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pemda Bulungan melalui KONI Bulungan akan terus meningkatkan pembinaan prestasi olahraga di Bulungan. Pemerintah mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Muskab Percasi Bulungan 2026-2030 agar pembinaan dapat terus berjalan secara kontinu,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Minggu (30/8).

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada prestasi. Ke depan, olahraga juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga. “Harapan kita ke depan olahraga ini menjadi bisnis olahraga. Artinya, bukan hanya prestasi, olahraga juga bisa berperan dalam peningkatan ekonomi rakyat,” katanya.

Ia mencontohkan, penyelenggaraan kejuaraan yang melibatkan atlet dari berbagai kabupaten/kota dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kedatangan atlet, pelatih, maupun pendamping akan meningkatkan aktivitas di sektor akomodasi, konsumsi, transportasi hingga usaha masyarakat. “Misalnya, ada event yang melibatkan kabupaten/kota. Tentu banyak atlet yang datang dan itu akan menumbuhkembangkan perekonomian di daerah,” ungkapnya.

Khusus cabor catur, Risdianto menilai pembinaan perlu dilakukan secara terarah sejak usia dini. Karena itu, keberadaan sekolah catur dinilai penting untuk menemukan bibit atlet potensial sekaligus memberikan pembinaan secara berjenjang.

“Ke depan kita berharap ada sekolah catur di Bulungan. Bahkan terkait hal itu saya sudah berdiskusi dengan Ketua KONI Bulungan,” jelasnya.

Sekolah catur tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar teknik permainan. Pembentukan program juga diarahkan untuk menyiapkan pelatih, meningkatkan kapasitas atlet serta melakukan penjaringan bibit sejak usia dini. “Kita ingin menyiapkan pelatih, meningkatkan kapasitas atlet dan melakukan penjaringan atlet sejak dini,” tegas Risdianto.

Dengan pembinaan yang dimulai dari tingkat dasar, Pemda Bulungan berharap regenerasi atlet catur dapat berjalan secara berkelanjutan. Potensi atlet muda juga dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat daerah hingga nasional. Risdianto menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, Percasi, pelatih dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat. “Pembinaan harus dilakukan secara kontinu agar prestasi olahraga Bulungan terus berkembang,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
Percasi Bulungan Sekda Bulungan pemkab bulungan