TANJUNG SELOR – Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja melakukan kunjungan ke Pusdalop BPBD Bulungan, Rabu (26/8). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bulungan.
Dhuwi mengatakan, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui aplikasi SiPongi+ sebagai bagian dari deteksi dini karhutla. Data tersebut menjadi acuan bagi tim terpadu untuk bergerak cepat apabila ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Bulungan.
“Agar kita monitor dan memantau terus titik hotspot melalui aplikasi SiPongi+ dalam rangka gerak cepat tim terpadu untuk mencegah karhutla lebih meluas jika ditemukan titik hotspot di wilayah kita, khususnya Bulungan,” kata Dhuwi kepada Radar Kaltara, Rabu (26/8).
Dari hasil pemantauan sejak pagi hingga pukul 14.50 Wita, tidak ditemukan hotspot di wilayah Bulungan. Kondisi tersebut menjadi kabar positif di tengah upaya pencegahan karhutla yang terus dilakukan.
“Pemantauan dari pagi hingga pukul 14.50 WITA saat ini tidak ada hotspot atau titik api. Semoga seterusnya,”ungkapnya.
Meski nihil hotspot, kewaspadaan tetap dijaga. Pemantauan melalui Pusdalop BPBD dilakukan untuk memastikan setiap indikasi hotspot dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Menurutnya, kecepatan informasi menjadi penting agar api tidak sempat berkembang dan meluas. Pemantauan juga mencakup kondisi kualitas udara.
“Berdasarkan data BMKG, kualitas udara wilayah Tanjung Selor pada Rabu (26/8) pukul 14.00 Wita berada pada kategori sedang. Konsentrasi PM2.5 tercatat 24,8 mikrogram per meter kubik (μg/m³),” ujarnya.
Dhuwi menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Sinergi TNI, BPBD dan unsur terkait akan terus diperkuat melalui pemantauan dan koordinasi di lapangan. “Kita harus terus memantau dan bergerak cepat jika ditemukan titik hotspot, sehingga karhutla tidak meluas,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim