Warga Atap Rintis Lahan Kakao, Dorong Percepatan Jalan Poros Nunukan-KTT

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:37 WIB
MERINTIS : Warga merintis lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang rencana jalan poros provinsi.
MERINTIS : Warga merintis lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang rencana jalan poros provinsi.

TANJUNG SELOR - Sembilan dari sebelas gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tergabung dalam Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap mulai merintis lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang rencana jalan poros provinsi yang menghubungkan Kabupaten Nunukan dengan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan masyarakat mendorong pemerintah mempercepat pembangunan akses penghubung antar kabupaten tersebut.

 Ketua Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Samsun S. Abajia mengatakan, kegiatan perintisan dilakukan pada Jumat (21/8). Sembilan Gapoktan bergerak dari Desa Atap menuju titik lokasi rencana pembangunan badan jalan poros provinsi. “Kami bergerak menuju titik lokasi perencanaan pembangunan badan jalan poros tersebut dengan agenda perintisan dan pembukaan lahan pertanian serta perkebunan di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan,” kata Samsun kepada Radar Kaltara, Selasa (25/8).

 Menurut Samsun, pembukaan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) pada 28 Juli lalu. Saat itu, pihaknya menyampaikan komitmen kepada pemerintah, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang rencana jalur jalan poros.

“Ini adalah wujud bukti keseriusan kami kepada pemerintah. Sebagaimana yang telah kami sampaikan saat RDP, kami akan merencanakan membuka lahan pertanian dan perkebunan di sepanjang jalan poros provinsi tersebut,” katanya.

 Komoditas kakao dipilih sebagai tanaman unggulan yang akan dikembangkan masyarakat. Selain menjadi bagian dari rencana pengembangan ekonomi warga, kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan potensi kawasan apabila akses jalan poros benar-benar terealisasi.

“Kami memilih komoditas kakao sebagai unggulan program perkebunan kami,” ungkap Samsun.

Jalan poros yang diperjuangkan tersebut nantinya menghubungkan Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Nunukan, dengan wilayah Kecamatan Sesayap, KTT. Bagi masyarakat, keberadaan akses tersebut dinilai strategis karena dapat membuka konektivitas sekaligus mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan. Samsun berharap langkah swadaya masyarakat mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Terlebih, wilayah Sembakung kerap menghadapi persoalan banjir yang berdampak terhadap akses dan mobilitas masyarakat.

“Kami berharap keseriusan kami ini menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi untuk percepatan pembangunan jalan poros provinsi atau jalan penghubung antara Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung. Mengingat Sembakung kerap dilanda banjir, akses ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
sembakung