Kayan II Dangkal, Dishub Bulungan Siapkan Penyedotan Pasir

Fijai RT • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:09 WIB
CEK KEDALAMAN : Sekda Bulungan, H Risdianto meninjau langsung kondisi sedimentasi di area kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor.
CEK KEDALAMAN : Sekda Bulungan, H Risdianto meninjau langsung kondisi sedimentasi di area kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Pendangkalan akibat sedimentasi di area dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor kian mengkhawatirkan. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan menyiapkan langkah penanganan cepat berupa penyedotan pasir pada pekan ini.

Kepala Dishub Bulungan, Khairul mengatakan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak untuk mengurangi sedimentasi di area dermaga kedatangan. 

"Untuk penanganan jangka pendek, kita akan bekerja sama dengan Gapasdap Bulungan, pengusaha sedot pasir dan Polairud Polresta Bulungan untuk mengurangi sedimentasi di area dermaga kedatangan," kata Khairul kepada Radar Kaltara, Selasa (25/8).

Khairul menjelaskan, langkah yang dilakukan dalam waktu dekat bukan pengerukan, melainkan penyedotan pasir menggunakan peralatan yang tersedia. Menurut dia, kondisi di lapangan sudah cukup mendesak sehingga penanganan tidak bisa ditunda.

"Untuk jangka pendek kita belum melakukan pengerukan, hanya penyedotan pasir di area dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II," ungkapnya.

Rencana penyedotan tersebut ditargetkan berlangsung pekan ini sesuai arahan Sekda Bulungan. Selain karena kedalaman perairan yang semakin dangkal, aktivitas transportasi di dermaga juga perlu dijaga agar tetap berjalan aman dan lancar.

"Rencananya penyedotan akan dilakukan pada pekan ini sesuai arahan Sekda Bulungan karena kondisinya sudah sangat mendesak. Kedalaman air saat pasang hanya sekitar 4 meter, kalau surut pasirnya kelihatan," jelas Khairul.

Menurutnya, metode penyedotan pasir menjadi solusi sementara yang dinilai cukup efektif. Berkaca pada penanganan sebelumnya, sedimentasi kembali muncul setelah beberapa waktu. "Langkah penyedotan ini diperkirakan efektif bertahan sekitar satu tahun karena sebelumnya sudah pernah dilakukan penyedotan," ungkapnya.

Khairul menambahkan, kondisi musim kemarau turut memengaruhi pendangkalan yang terjadi di kawasan dermaga. Perubahan kondisi perairan dan sedimentasi membuat penanganan secara berkala diperlukan untuk menjaga fungsi dermaga. 

"Salah satu yang memengaruhi pendangkalan saat ini adalah musim kemarau," katanya.

Untuk jangka panjang, Dishub Bulungan menyiapkan penanganan yang lebih permanen. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah pengerukan menggunakan excavator amfibi. Material hasil pengerukan nantinya akan ditempatkan di darat sehingga tidak kembali menjadi sedimentasi di alur perairan. 

"Untuk langkah jangka panjang atau permanen, metodenya berbeda, yakni pengerukan menggunakan excavator amfibi. Hasil pengerukan nantinya dibuang ke darat, bukan ke sungai," terang Khairul.

Selain pengerukan, opsi lain yang dikaji adalah menambah panjang trestle atau jembatan penghubung dari dermaga menuju daratan. Namun, kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen tersebut belum dapat dipastikan karena masih memerlukan kajian teknis dan perhitungan dari konsultan. 

"Untuk kebutuhan anggaran jangka panjang kami belum mengetahui secara pasti karena harus dihitung oleh konsultan," tuturnya.

Dishub Bulungan menargetkan penanganan jangka panjang dapat direalisasikan pada tahun depan. Sementara menunggu solusi permanen, penyedotan pasir menjadi langkah awal untuk menjaga kedalaman area kedatangan Kayan II tetap mendukung aktivitas transportasi. 

"Rencananya penanganan jangka panjang dilakukan tahun depan, sedangkan untuk sekarang kita fokus menangani kondisi yang sudah mendesak ini," pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
Kayan II Tanjung Selor dishub bulungan Sekda Bulungan pemkab bulungan