TANJUNG SELOR — Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani di Bumi Tenguyun.
Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat mengatakan, bantuan yang disalurkan terdiri atas 16 unit corn seller, 80 unit hand sprayer, dan 75 unit power sprayer. Bantuan tersebut diperuntukkan sekitar 12 kelompok tani dan gapoktan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian yang sudah mengakomodasi masyarakat kita, khususnya petani-petani yang membutuhkan peralatan dalam peningkatan produksi pertanian,” kata Kilat kepada Radar Kaltara, Selasa (25/8).
Menurutnya, bantuan alsintan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani. Namun, keterbatasan anggaran membuat belum seluruh kelompok tani yang mengusulkan bantuan dapat terakomodasi.
“Tidak semuuanya beruntung. Banyak kelompok tani yang ada di Kabupaten Bulungan, tetapi dengan keterbatasan anggaran, bersyukurlah Bapak-Ibu yang sudah mendapatkan peralatan atau bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.
Karena itu, kelompok penerima diminta memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal sesuai peruntukannya. Kilat mengingatkan agar bantuan tidak dibiarkan menganggur atau diperjualbelikan.
“Harapan kami, semoga alat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai barang ini menjadi barang yang tidak bisa dipakai atau dijual. Alat ini diberikan untuk membantu petani,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan alsintan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi. Pemda Bulungan juga akan terus memperhatikan kebutuhan sektor pertanian melalui perangkat daerah terkait.
“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat petani. Harapannya dapat menunjang kegiatan usaha tani dan meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Kilat juga mengapresiasi peran anggota DPRD Bulungan yang turut memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya kebutuhan kelompok tani. Aspirasi tersebut kemudian diakomodasi pemerintah melalui perangkat daerah terkait.
“Ini juga bentuk perjuangan dari anggota Dewan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bukan hanya dari pemerintah, Dewan juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan digunakan sebagaimana mestinya, Pemda Bulungan akan melakukan pengecekan pemanfaatan alsintan di lapangan. Kelompok penerima diminta menggunakan alat sesuai kebutuhan dan kegiatan pertanian yang menjadi dasar pengajuan bantuan.
“Ke depan akan ada pengecekan. Jangan sampai dibantu alat, tetapi tidak digunakan,” katanya.
Menurut Kilat, pengawasan tersebut penting agar bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap produktivitas petani.
“Misalnya diberikan alat untuk mendukung panen jagung, kemudian ketika dicek ke kelompok tani tidak ada kegiatan pertanian jagung. Jadi harapan kami, manfaatkan alat ini sebaik-baiknya,” pungkasnya. (ja)
Editor : Azward Halim