Karhutla Meluas, Dishut Kaltara Dorong Modifikasi Cuaca

Fijai RT • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:46 WIB
KARHUTLA : Petugas melakukan peamdaman karhutla di wilayah Karhutla.
KARHUTLA : Petugas melakukan peamdaman karhutla di wilayah Karhutla.

TANJUNG SELOR — Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Itu dilakukan menyusul meningkatnya titik panas (hotspot) dan kondisi lahan yang semakin kering.

Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltara, Maryanto mengatakan, kekompakan seluruh tim menjadi kunci dalam proses pemadaman karhutla di lapangan. “Terkait karhutla khususnya di Kaltara, mungkin di Bulungan karena banyak hotspot. Karena itu, kekompakan tim sangat diperlukan dalam proses pemadaman,” kata Maryanto kepada Radar Kaltara, Minggu (23/8).

Seiring meluasnya titik panas di Bulungan, Dishut Kaltara juga akan memperkuat patroli dan pemantauan menggunakan drone. Teknologi tersebut diharapkan membantu petugas mendeteksi titik api secara lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan dengan efektif. 

“Kami akan memperkuat patroli dan pemantauan dengan drone. Dengan begitu, pemantauan lebih efektif untuk mendukung proses pemadaman di lapangan,” ungkapnya.

Menurut Maryanto, kondisi cuaca dan karakteristik lahan menjadi perhatian serius. Karhutla diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga September sehingga diperlukan langkah antisipasi tambahan. 

“Diperkirakan karhutla akan berlangsung hingga September. Melihat kondisi cuaca dan titik hotspot saat ini, diperlukan modifikasi cuaca dengan meminta bantuan BNPB untuk membuat hujan buatan,” jelasnya.

Modifikasi cuaca dinilai dapat membantu membasahi lahan, terutama kawasan gambut yang saat ini berada dalam kondisi kering. Hujan buatan diharapkan mampu menekan potensi penyebaran api sekaligus membantu proses pemadaman di sejumlah titik. “Kondisi lahan gambut sangat kering. Kalau ada hujan buatan, diharapkan bisa membantu menghentikan karhutla yang terjadi di Kaltara,” tegasnya.

Di sisi lain, Dishut Kaltara kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang melarang pembukaan lahan melalui pembakaran. 

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini penting untuk mencegah munculnya titik api baru,” katanya.

Maryanto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap. 

“Masyarakat kami imbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara terdampak kabut asap,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
karhutla bulungan Dishut Kaltara