TANJUNG SELOR – Kualitas udara di Tanjung Selor, Bulungan, menunjukkan tren memburuk dalam 20 hari terakhir. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat mencapai 75,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan telah masuk kategori zona kuning atau tidak sehat. Kondisi ini dipengaruhi minimnya curah hujan selama Agustus yang turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah mengatakan, memburuknya kualitas udara terpantau dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari peningkatan konsentrasi PM2.5 yang sebelumnya masih berada pada kategori sedang. “Kondisi kualitas udara di Tanjung Selor terpantau mengalami tren memburuk selama 20 hari terakhir,” kata Farid kepada Radar Kaltara, Kamis (20/8).
Menurutnya, peningkatan konsentrasi PM2.5 tidak terlepas dari kondisi cuaca yang relatif kering. Curah hujan di Bulungan yang berkurang sepanjang Agustus membuat potensi terjadinya karhutla meningkat dan dapat berdampak terhadap kualitas udara.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan di Kabupaten Bulungan selama bulan Agustus, sehingga meningkatkan potensi peningkatan karhutla,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan terbaru, konsentrasi PM2.5 mencapai 75,8 µg/m³. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada pada kisaran 15,6–55,4 µg/m³ dan masih dalam kategori sedang. “Iya, cenderung meningkat ke zona kuning (tidak sehat),” katanya.
Seiring memburuknya kualitas udara, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker disarankan sebagai upaya mengurangi paparan partikulat halus yang terdapat di udara.
“Disarankan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan,” ungkap Farid.
Kondisi cuaca diperkirakan masih menjadi perhatian hingga akhir Agustus. Farid menyebut curah hujan masih cenderung rendah sehingga potensi peningkatan konsentrasi partikulat dan kejadian karhutla tetap perlu diwaspadai.
“Curah hujan sampai akhir bulan ini masih cenderung rendah, sehingga masih berpotensi untuk terjadi peningkatan,” ujarnya.
Tidak hanya hingga akhir Agustus, kondisi kering diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa pekan berikutnya. Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan di wilayah Bulungan masih cenderung rendah hingga pertengahan September.
“Berdasarkan prediksi saat ini, masih cenderung rendah hingga pertengahan September,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim