TANJUNG SELOR – Kecelakaan maut terjadi di Kilometer (KM) 2 Jalan Poros Bulungan-Malinau, Rabu (19/8) siang. Sebuah Daihatsu Gran Max Pick Up menabrak bagian belakang truk Isuzu bermuatan sembako yang sedang berhenti di pinggir jalan.
Ps. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 Wita. “Kecelakaan melibatkan satu unit Daihatsu Gran Max Pick Up KT 8265 ZH dan truk Isuzu bermuatan sembako KT 8811 NV,” kata Hadi kepada Radar Kaltara, Rabu (19/8).
Menurutnya, kecelakaan bermula saat Gran Max yang membawa muatan kargo melaju dari arah KM 02 menuju Tanjung Palas. Di jalur yang sama, terdapat truk Isuzu yang berhenti di pinggir jalan dalam kondisi mengalami kerusakan dan mengarah ke Tanjung Palas.
“Saat melintas, pengemudi Gran Max diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pengemudi Gran Max tidak mampu mengantisipasi keberadaan truk yang berada di depannya. Kendaraan kemudian menghantam bagian belakang truk, tepatnya pada sudut kanan kendaraan.
“Gran Max menabrak bagian belakang truk yang sedang berhenti di pinggir jalan,” kata Hadi.
Benturan keras mengakibatkan Gran Max mengalami kerusakan berat. Pengemudi beserta penumpang yang berada di dalam kendaraan kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban yang berada di dalam Gran Max langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.
Dalam kecelakaan tersebut, polisi mencatat dua orang mengalami luka berat dan satu orang meninggal dunia. Sementara pengemudi truk Isuzu, berinisial ALO, tidak mengalami luka.
“Untuk pengemudi truk tidak mengalami luka, sedangkan korban dari Gran Max mengalami luka berat dan terdapat satu korban meninggal dunia,” terang Hadi.
Hadi menyebut kondisi jalan saat kecelakaan terjadi berupa jalan lurus dan beraspal. Polisi menduga faktor manusia atau human error menjadi salah satu faktor utama kecelakaan, khususnya hilangnya konsentrasi pengemudi akibat mengantuk.
“Faktor yang diduga menjadi penyebab adalah pengemudi tidak konsentrasi saat berkendara,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, personel Satlantas Polresta Bulungan langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Polisi melaksanakan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan pengemudi untuk kepentingan penyelidikan.
“Kami melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan pihak-pihak yang berkaitan dengan kecelakaan,” kata Hadi.
Selain itu, petugas mengecek kondisi korban di RSD dan melakukan pendataan terhadap pihak yang terlibat. Polisi juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja serta menyiapkan proses visum et repertum bagi korban. Hadi mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk. Menurutnya, kehilangan konsentrasi dalam hitungan detik dapat berakibat fatal, terlebih ketika kendaraan melaju di jalur poros dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi.
“Pengendara harus memastikan kondisi tubuh benar-benar siap sebelum berkendara. Kalau sudah mengantuk atau lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan,” pungkasnya. (jai)