Karhutla Sejumlah Wilayah Kaltara Dipadamkan, Dishut Perketat Kesiapsiagaan

Taslee • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:04 WIB
PEMADAMAN : Upaya pemadaman di salah satu lokasi Karhutla di Kaltara.
(Taslee/Radar Tarakan)
PEMADAMAN : Upaya pemadaman di salah satu lokasi Karhutla di Kaltara. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul munculnya sejumlah titik kebakaran di beberapa wilayah.

Melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pelokalisiran hingga pendinginan di sejumlah lokasi di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan, baru-baru ini.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak meluas, terutama ke kawasan permukiman, lahan masyarakat maupun wilayah yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

Penanganan melibatkan Brigdalkarhutla Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, UPTD KPH Tana Tidung dan UPTD KPH Tarakan.

Di Kabupaten Bulungan, salah satu lokasi yang mendapat penanganan intensif berada di kawasan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor.

Tim gabungan melakukan pemadaman sejak Jumat (14/8) sore hingga malam hari. Petugas harus menembus vegetasi yang rimbun dan semak kering untuk mencapai titik api.

Kondisi medan yang cukup sulit ditambah kepulan asap pekat membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian.

Petugas tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan pembasahan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Penanganan juga dilakukan di kawasan Selimau dengan luasan lahan terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare.

Sementara di Desa Kapuak, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 1,2 hektare. Penyisiran dan pemadaman turut dilakukan di kawasan Km 2 dan Km 9.

Sementara itu, sebaran api yang sempat mengarah ke kawasan Km 12 berhasil dihentikan melalui respons cepat personel Brigdalkarhutla.

Upaya pelokalisiran dilakukan agar api tidak merambat lebih jauh dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Khusus di Tanjung Selor Timur, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 16.42 WITA dan berlangsung hingga malam.

Personel harus menarik selang melewati vegetasi yang rapat untuk menjangkau pusat api.

Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses cooling down dengan melakukan pembasahan secara menyeluruh pada area bekas terbakar, termasuk pusat api dan tunggak pohon yang masih menyimpan bara.

Tahapan ini penting untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul akibat bara yang tertinggal di dalam material kering.

Medan yang dipenuhi semak serta asap pekat tidak menyurutkan semangat petugas. Tim terus melakukan penyisiran hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman dan api berhasil dilokalisir.

Penanganan serupa dilakukan di Kota Tarakan. Personel UPTD KPH Tarakan melakukan pemadaman di kawasan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal. Petugas menghadapi medan berbukit dengan luasan lahan terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare.

Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran, kondisi di lokasi berhasil dikendalikan.

Meski demikian, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat kondisi vegetasi yang relatif kering dan mudah terbakar.

Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa upaya penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul.

Pencegahan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik dan pengelola lahan, agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Dengan kondisi cuaca dan vegetasi yang kering seperti sekarang, risiko kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Nur Laila juga meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Jika menemukan kepulan asap, titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada UPTD KPH terdekat maupun pihak berwajib.

“Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum kebakaran meluas,” pungkasnya.

Dishut Kaltara memastikan kesiapsiagaan Brigdalkarhutla dan jajaran UPTD KPH terus diperkuat.

Respons cepat di lapangan diharapkan mampu menekan potensi meluasnya Karhutla sekaligus melindungi kawasan hutan, lahan masyarakat, lingkungan dan permukiman dari ancaman kebakaran. (dm")

Editor : Sophian Hadi
karhutla Dishut