Bulungan Petakan SDA, Kejar Investor

Fijai RT • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:27 WIB
INVESTASI: Kawasan industri di Desa Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
INVESTASI: Kawasan industri di Desa Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan bakal memetakan potensi sumber daya alam (SDA) di 10 kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya tarik investasi sekaligus membuka peluang pengembangan sektor unggulan daerah.

Kepala DPMPTSP Bulungan, Muhammad Saleh mengatakan, pemetaan potensi SDA diperlukan agar peluang investasi di setiap wilayah dapat teridentifikasi dengan lebih jelas.
“Kita akan memetakan potensi sumber daya alam yang ada di 10 kecamatan. Ini merupakan daya tarik bagi investor untuk datang ke Kabupaten Bulungan,” kata Saleh kepada Radar Kaltara, Senin (17/8).

Menurutnya, potensi investasi Bulungan tidak hanya bertumpu pada SDA. Sejumlah sektor seperti perkebunan, perikanan dan pariwisata juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. 
“Banyak lagi sektor yang lain. Tentunya perkebunan, perikanan dan pariwisata menjadi sektor unggulannya,” ungkapnya.

Masuknya investor, terutama melalui proyek strategis nasional (PSN), diharapkan memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas investasi dinilai mampu membuka lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. 
“Investor ini penting bagi pembangunan daerah karena membawa modal, lapangan kerja ataupun aktivitas ekonomi yang baru untuk mempercepat pertumbuhan daerah,” jelasnya.

Namun, peningkatan investasi juga harus diikuti kesiapan tenaga kerja lokal. Saleh menyebut kebutuhan SDM menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah agar masyarakat Bulungan dapat mengambil manfaat langsung dari masuknya investasi. 
“PR kita bersama adalah menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pengusaha tersebut,” tegasnya.

Ia mengatakan, sektor perkebunan menjadi salah satu bidang yang berpotensi menyerap tenaga kerja cukup besar. Karena itu, koordinasi dengan perangkat daerah terkait perlu diperkuat agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipersiapkan sesuai dengan perkembangan investasi. “Kalau berbicara masalah tenaga kerja, kita akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan melakukan komunikasi yang intensif,” ujarnya.

Saleh menegaskan, DPMPTSP tidak bekerja sendiri dalam mendorong investasi. DPMPTSP berada pada sisi pelayanan dan perizinan, sedangkan berbagai aspek teknis melibatkan perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
“DPMPTSP ini tidak sendiri. DPMPTSP merupakan hilirnya, sedangkan hulunya ada tim teknis,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan investasi tidak semata-mata dilihat dari besarnya modal yang masuk ke daerah. Dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan utama yang harus diukur.
“Tujuan daripada investasi yang paling besar itu adalah bagaimana adanya kesejahteraan masyarakat. Yang paling penting itu kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Bulungan yang menunjukkan tren positif menjadi salah satu indikator bahwa iklim investasi daerah cukup menjanjikan. Kondisi tersebut sekaligus menjadi modal untuk terus menawarkan potensi daerah kepada calon investor. “Pertumbuhan ekonomi kita sekarang ini sangat bagus sekali. Itu menandakan bahwa di tempat kita untuk investasi itu sangat positif sekali,” tuturnya.

Dengan pemetaan potensi SDA di seluruh kecamatan, DPMPTSP berharap peluang investasi dapat ditawarkan secara lebih terarah. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulungan. 
“Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu memberikan dampak terhadap masyarakat,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
DPMTSP Bulungan investasi pemkab bulungan kihi