TANJUNG SELOR - Semangat menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan cinta kasih kepada sesama makhluk hidup menjadi pesan utama dalam kegiatan Paramitha Joyful Day yang diselenggarakan Sekolah Buddhis Paramitha dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, penghujung pekan tadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani.
Mengusung tema “Menanam Harapan, Mencintai Kehidupan”, Paramitha Joyful Day tidak hanya menjadi kegiatan dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para murid untuk memahami pentingnya menjaga alam dan lingkungan sejak usia dini.
Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, para murid diajak menanamkan nilai-nilai luhur melalui tindakan nyata.
Kepedulian terhadap lingkungan dikenalkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan, merawat tanaman hingga memahami pentingnya keberlangsungan ekosistem.
Paramitha Joyful Day juga menjadi bentuk implementasi ajaran moral tentang cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Para murid dikenalkan pada pemahaman bahwa kehidupan memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga menjaga alam dan seluruh makhluk hidup merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran anak-anak bahwa lingkungan yang sehat dan lestari tidak hanya memberikan manfaat bagi manusia saat ini, tetapi juga menjadi warisan penting bagi generasi yang akan datang.
Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memadukan pendidikan, pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan tersebut.
Menurutnya, pendidikan kepada anak tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas.
Nilai-nilai karakter, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan juga perlu ditanamkan melalui pengalaman serta kegiatan nyata.
“Saya berharap, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan positif pada generasi muda untuk mencintai alam serta ikut menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Nurhandayani.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada momentum tertentu.
Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian, rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam.
Rangkaian Paramitha Joyful Day diisi dengan kegiatan pelepasan burung atau Fangsen serta penanaman pohon bersama seluruh murid Sekolah Buddhis Paramitha.
Kedua kegiatan tersebut menjadi simbol cinta kasih terhadap kehidupan sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian alam.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna tersebut, para murid diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil.
Menanam satu pohon, merawat lingkungan dan menyayangi makhluk hidup merupakan bagian dari upaya bersama untuk “menanam harapan” demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (*)
Editor : Sophian Hadi