Gempa M 5,9 di Teluk Tomini Terasa hingga Bulungan

Fijai RT • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:34 WIB
PETA GUNCANGAN  : Peta BMKG menunjukkan lokasi episenter gempa bumi magnitudo 5,9 yang berpusat di laut sekitar 71 km barat daya Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
PETA GUNCANGAN : Peta BMKG menunjukkan lokasi episenter gempa bumi magnitudo 5,9 yang berpusat di laut sekitar 71 km barat daya Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

TANJUNG SELOR – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,9 yang mengguncang wilayah Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8) malam, turut dirasakan hingga Bulungan. Guncangan dilaporkan terasa di Bulungan pada Minggu (16/8) sekitar pukul 00.25 Wita.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis, gempa terjadi pukul 23.25.19 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 71 kilometer (km) barat daya Parigi Moutong. 

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 60 kilometer,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis yang dierima Radar Kaltara, Minggu (16/8).

Gempa tersebut berada pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utaradan 120,25 derajat Bujur Timur. Meski guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. 

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault. “Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault),” ungkapnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas terkuat mencapai V MMI di Tinombo, Parigi Moutong dan Dampelas, Donggala. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan dapat membuat banyak orang terbangun. BMKG mencatat guncangan dengan intensitas IV MMI juga dirasakan di Kota Parigi, Kota Donggala, Kota Tolitoli dan Kota Palu. Sementara itu, di Kota Sigi Biromaru gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. BMKG menjelaskan, pada skala tersebut getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai truk yang sedang melintas. “Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu,” demikian penjelasan BMKG terkait intensitas III MMI.

Hingga pemantauan pukul 23.30.00 WIB, BMKG belum menemukan aktivitas gempa susulan (aftershock). Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan. 

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” kata Wijayanto.

BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan. 

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
gempa bumi bulungan bmkg