TANJUNG SELOR – Realisasi investasi di Kabupaten Bulungan hingga semester pertama 2026 mencapai Rp 10,3 triliun. Capaian tersebut sudah mendekati target investasi daerah sebesar Rp 14 triliun yang ditetapkan pada tahun ini.
Kepala DPMTSP Bulungan, Muhammad Saleh mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari aktivitas investasi di sejumlah sektor strategis. “Alhamdulillah, di Kabupaten Bulungan pada semester pertama ini investasi kita sudah mencapai Rp10,3 triliun dari target Rp14 triliun,” kata Saleh kepada Radar Kaltara, Selasa (11/8).
Dia optimistis target investasi tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun. Pasalnya, masih terdapat waktu sekitar lima bulan untuk mengejar kekurangan sekitar Rp 3,7 triliun.
“Saya optimistis ini bisa dilaksanakan karena semester pertama saja sudah Rp 10,3 triliun dari target kita Rp 14 triliun,” ungkapnya.
Menurut Saleh, DPMTSP Bulungan terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, baik secara digital maupun manual. Pendampingan diberikan kepada pelaku UMKM hingga pengusaha di sektor pertanian, perikanan, kawasan industri, dan pariwisata.
“Kita selalu melakukan pendampingan kepada masyarakat dan pengusaha, baik UMKM maupun pengusaha di bidang pertanian, perikanan, kawasan industri, dan pariwisata,” jelasnya.
Pelayanan secara digital dilakukan melalui sistem pelaporan investasi. Sementara bagi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam proses perizinan maupun pemenuhan persyaratan, DPMTSP membuka layanan pendampingan secara langsung.
“Bagi masyarakat atau pengusaha yang merasa kesulitan melakukan perizinan atau memenuhi persyaratan, kita terbuka untuk melayani dan mendampingi,” katanya.
Selain pendampingan, DPMTSP Bulungan juga menggelar bimbingan teknis bagi pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengusaha terhadap proses perizinan sekaligus mendorong tertib pelaporan kegiatan investasi di Bulungan.
“Kita juga mengadakan bimtek bagi pengusaha. Ini penting dalam rangka laporan investasi di Kabupaten Bulungan,” ungkap Saleh.
Dari sejumlah sektor investasi, perkebunan menjadi salah satu yang mendapat perhatian. Saleh menyebut terdapat 21 perusahaan di sektor tersebut yang perlu terus dilakukan pengawasan oleh pemerintah daerah. “Di bidang perkebunan ada 21 perusahaan yang dalam penanaman modal perlu kita awasi,” ujarnya.
Selain perkebunan, pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) juga menjadi salah satu penopang investasi Bulungan ke depan. Menurut Saleh, keberadaan proyek strategis di kawasan tersebut diharapkan memberikan efek domino terhadap perekonomian dan masyarakat.
“Di KIHI ada proyek strategis yang ke depan akan memberikan efek domino bagi masyarakat kita dalam hal peningkatan investasi di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (jai)