TANJUNG SELOR – Perempuan di Kabupaten Bulungan didorong semakin mengambil peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Harapan tersebut mengemuka dalam pengukuhan pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bulungan periode 2025–2030 yang berlangsung di Aula Gedung BKPSDM Tanjung Selor, Sabtu pagi (8/8).
Dalam pengukuhan tersebut, Icha Anggriani, ST, M.Ars dipercaya memimpin DPC IWAPI Bulungan untuk periode lima tahun ke depan.
Kehadiran organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pengusaha perempuan untuk memperkuat kapasitas, membangun jejaring, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan.
Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md yang hadir dalam kegiatan tersebut berpesan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat secara luas.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa organisasi semakin maju,” ujar Kilat.
Menurut Wabup, keberadaan organisasi yang menghimpun para pengusaha perempuan memiliki arti penting di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.
Perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha, pencipta lapangan kerja dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi saat ini, kata Wabup, pengusaha perempuan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, penciptaan lapangan pekerjaan hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Di tengah perekonomian saat ini, keberadaan pengusaha perempuan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat UMKM serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, potensi pelaku usaha perempuan di Bulungan cukup besar dan perlu terus dikembangkan melalui pendampingan serta kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, IWAPI diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha perempuan, tetapi mampu menjadi organisasi yang aktif memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Wabup, kemampuan mengelola usaha harus terus ditingkatkan seiring dengan perubahan pola ekonomi dan perkembangan teknologi.
Pelaku usaha saat ini tidak cukup hanya memiliki produk yang baik.
Mereka juga dituntut mampu mengelola keuangan, memahami pasar, memanfaatkan teknologi digital, membangun merek, melakukan promosi melalui media sosial serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih luas.
Karena itu, Wabup berharap IWAPI Bulungan dapat mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas SDM anggotanya, termasuk memperkuat literasi digital, membuka akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk serta membangun jejaring usaha.
“Harapan kita, keberadaan IWAPI Bulungan mampu meningkatkan kapasitas SDM, literasi digital, akses pembiayaan, pemasaran produk serta penguatan jejaring usaha agar para pelaku usaha perempuan di Bulungan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Menurutnya, penguatan jejaring menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan usaha.
Dengan jaringan yang semakin luas, para pengusaha perempuan dapat saling bertukar pengalaman, membuka peluang kerja sama, memperluas pasar dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Bulungan, lanjut Wabup, juga mendorong agar organisasi-organisasi perempuan dan komunitas pelaku usaha dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat serta pelaku UMKM diperlukan agar berbagai program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif.
Selain penguatan pelaku usaha yang sudah berjalan, Wabup juga mengajak IWAPI Bulungan mengambil bagian dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, perempuan muda memiliki potensi besar untuk menjadi entrepreneur baru dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan peluang ekonomi digital.
Berbagai usaha kreatif, kuliner, fesyen, kerajinan, jasa hingga produk berbasis potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“Saya juga mengajak IWAPI untuk menjadi motor penggerak membangun semangat kewirausahaan bagi generasi muda, khususnya kaum perempuan,” pesan Wabup.
Ia berharap IWAPI Bulungan ke depan mampu menghadirkan berbagai program yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan anggotanya.
Mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, digital marketing, pengemasan, akses permodalan hingga membuka peluang promosi dan pemasaran ke luar daerah.
Dengan demikian, pengukuhan kepengurusan periode 2025–2030 tidak hanya menjadi momentum pergantian atau pembentukan struktur organisasi, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi Bulungan.
Sementara itu, dengan kepemimpinan Icha Anggriani, ST, M.Ars, DPC IWAPI Bulungan diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, inklusif dan produktif.
Para pengusaha perempuan diharapkan dapat saling menguatkan dan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk tumbuh bersama.
Kehadiran IWAPI Bulungan pada akhirnya diharapkan mampu memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan, semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Pengukuhan ini pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan Bulungan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, tetapi memiliki kapasitas untuk berada di garis depan dalam menciptakan peluang usaha, lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (")
Editor : Sophian Hadi