Nelayan Keluhkan Bom Ikan Marak di Karang Tigau, Pengawasan Dipertanyakan

Fijai RT • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:42 WIB
BERLABUH : Kapal nelayan berlabuh di Dermaga Kampung Baru.
BERLABUH : Kapal nelayan berlabuh di Dermaga Kampung Baru.

TANJUNG SELOR – Aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom diduga masih terjadi di perairan Karang Tigau di Kecamatan Tanjung Palas Timur,  Bulungan. Kondisi tersebut dikeluhkan nelayan lokal karena dinilai berdampak terhadap hasil tangkapan dan keberlangsungan sumber daya ikan di wilayah tersebut.

Salah seorang nelayan, Marwan mengatakan, aktivitas penangkapan yang diduga menggunakan bom tersebut bukan dilakukan nelayan setempat. Menurutnya, sejumlah nelayan dari luar daerah masih beraktivitas di kawasan perairan Karang Tigau, terutama pada siang hari.
“Biasanya mereka beraktivitas siang hari. Mereka bukan nelayan lokal, melainkan dari luar daerah,” kata Marwan kepada Radar Kaltara, Minggu (9/8).

Menurutnya, keberadaan aktivitas penangkapan tersebut membuat nelayan lokal semakin kesulitan mendapatkan ikan. Kondisi itu, kata dia, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika nelayan masih relatif mudah memperoleh hasil tangkapan di sekitar bagan.
“Kalau dahulu mancing di bagan tidak susah mendapatkan ikan. Sekarang sudah semakin susah,” ungkapnya.

Ia menduga penggunaan bom dalam aktivitas penangkapan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi perairan. Selain mengancam hasil tangkapan nelayan, cara penangkapan tersebut dinilai berpotensi merusak ekosistem laut yang menjadi tempat dberkembang biaknya ikan.
“Penangkapan menggunakan bom masih marak karena sudah tidak ada pengawas di sini,” ujarnya.

Marwan berharap pengawasan di wilayah perairan Karang Tigau kembali diperkuat. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan diperlukan untuk mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak sekaligus memberikan perlindungan kepada nelayan lokal.
“Kami berharap pengawasan kembali dilakukan. Jangan sampai nelayan lokal yang mencari ikan dengan cara biasa justru semakin sulit mendapatkan hasil karena aktivitas penangkapan yang merusak,” tegasnya.

Ia menilai pengawasan tidak hanya penting untuk menjaga hasil tangkapan nelayan saat ini, tetapi juga memastikan sumber daya ikan tetap tersedia bagi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir ikan semakin sulit dan nelayan lokal yang akan merasakan dampaknya,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
bom ikan karang tigau perikanan