TANJUNG SELOR – Titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah Kaltara dalam sepuluh hari terakhir. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, sebaran hotspot terdeteksi di beberapa wilayah dengan tingkat intensitas mulai dari medium hingga tinggi.
Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah mengatakan, hotspot tersebar di sejumlah wilayah Kaltara, termasuk beberapa kluster di Bulungan, Malinau, dan Nunukan.
“Untuk titik hotspot dalam sepuluh hari terakhir terpantau di beberapa wilayah tersebar di seluruh Kalimantan Utara,” kata Farid kepada Radar Kaltara, Senin (10/8).
Dia menyebut, wilayah yang terpantau memiliki sebaran hotspot antara lain Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Timur, Malinau, Malinau Barat, Sungai Boh, Kayan Hulu dan Sei Menggaris.
“Di antaranya beberapa kluster berada di Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Timur, Malinau, Malinau Barat, Sungai Boh, Kayan Hulu, dan Sei Menggaris,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan tersebut, mayoritas hotspot berada pada tingkat medium. Namun, BMKG juga mencatat sejumlah wilayah yang sempat menunjukkan tingkat hotspot tinggi. “Tingkat hotspot-nya medium. Untuk tingkat high terjadi di Sungai Boh, Kayan Hulu, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, dan Malinau Barat,” jelasnya.
Farid menambahkan, kemunculan hotspot dengan tingkat tinggi tersebut terpantau pada periode 1-5 Agustus. Kondisi ini menjadi perhatian karena hotspot dapat menjadi indikator adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
“Yang high itu terjadi pada periode 1–5 Agustus,” ungkapnya.
Dengan adanya sebaran hotspot tersebut, pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami karhutla perlu terus dilakukan. Farid mengatakan, informasi mengenai perkembangan hotspot menjadi bagian penting dalam upaya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Kaltara. “Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Utara,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim