Sinergikan Program OVOP, Pemkab Bulungan Dorong Mahasiswa KKN Unikaltar Jadi Motor Penggerak Desa Ma

Taslee • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:32 WIB
PELEPASAN : 93 mahasiswa mengikuti pelepasan KKN.
(Taslee/Radar Tarakan)
PELEPASAN : 93 mahasiswa mengikuti pelepasan KKN. (Taslee/Radar Tarakan)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Salah satunya melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XV Universitas Kaltara (Unikaltar) Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Potensi Desa Berbasis One Village One Product (OVOP) melalui Inovasi, Hilirisasi, Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.”

Sebanyak 93 mahasiswa yang didampingi tiga dosen pembimbing resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat selama Agustus hingga September 2026.

Prosesi pelepasan berlangsung di Auditorium Lemlai Suri, Gedung D Lantai III Universitas Kaltara, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kamis (6/8/2026) dan dihadiri Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa tema yang diusung mahasiswa KKN sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bulungan, khususnya dalam memperkuat potensi ekonomi desa melalui konsep One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk.

Menurutnya, konsep OVOP merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bulungan yang bertujuan mendorong setiap desa agar mampu mengenali, mengembangkan, dan memaksimalkan potensi lokal menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang menghasilkan produk unggulan desa, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, hingga memperluas akses pasar,” ujar Wabup.

Ia menilai, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat akan menjadi energi baru dalam mempercepat pengembangan potensi desa.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, kemampuan akademik, serta semangat pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan sekaligus mitra strategis pemerintah desa dalam merancang berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Enam desa di Kabupaten Bulungan menjadi lokasi pelaksanaan KKN-PPM tahun ini, yakni Desa Apung, Salimbatu, Teras Nawang, Pimping, Ambalat, dan Punan Dulau.

Selama berada di desa, mahasiswa akan melakukan berbagai program yang berorientasi pada penguatan potensi lokal melalui inovasi, hilirisasi produk, digitalisasi pemasaran, serta pemberdayaan masyarakat.

Wabup menjelaskan bahwa pengalaman selama KKN akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, proses belajar di lapangan tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta kepedulian sosial.

“Di desa nanti, saudara akan belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, gotong royong, serta memahami berbagai dinamika sosial yang tidak akan diperoleh di ruang perkuliahan,” pesannya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi unggulan setiap desa secara objektif, kemudian membantu masyarakat mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Selain itu, mahasiswa juga didorong memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk desa agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Tidak hanya itu, mahasiswa diharapkan dapat memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok perempuan, hingga organisasi kepemudaan desa dalam meningkatkan kapasitas usaha, inovasi produk, serta pengelolaan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Wabup juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dengan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh peserta diminta menjaga etika, menjunjung tinggi sopan santun, menghormati adat istiadat, serta mampu beradaptasi dengan budaya dan kearifan lokal di setiap desa penempatan.

“Kehadiran mahasiswa hendaknya memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jadilah teladan yang mampu membangun semangat gotong royong, menghadirkan solusi, serta meninggalkan program yang berkelanjutan dan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan KKN-PPM Angkatan XV ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya produk-produk unggulan desa yang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

Editor : Sophian Hadi
kkn wabup kilat unikaltar