TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026. Seluruh venue pertandingan, akomodasi, hingga dukungan bagi pelaku UMKM telah dipersiapkan untuk menyambut ribuan atlet, ofisial, dan tamu dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau sekaligus Ketua KONI Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., usai mengikuti Rapat Koordinasi penyelenggaraan Porprov II Kaltara yang dipimpin Gubernur Kaltara, Wakil Gubernur, dan Ketua KONI Kaltara, Kamis (6/8).
Dalam rapat tersebut, pelaksanaan Porprov II Kaltara resmi ditetapkan berlangsung pada 10–22 November 2026 dan seluruh pertandingan dipusatkan di Kabupaten Malinau.
“Rapat tadi memberikan kepastian kepada seluruh kabupaten/kota dan atlet mengenai pelaksanaan Porprov 2026. Kami selaku pengurus Panitia Besar Porprov tentu sangat mengapresiasi keputusan ini karena semua pihak sekarang memiliki kepastian untuk melakukan persiapan,” kata Ernes.
Ia menegaskan, dari sisi kesiapan tuan rumah, Malinau berada dalam kondisi siap. Seluruh venue pertandingan pada prinsipnya telah tersedia dan hanya memerlukan penyempurnaan pada beberapa fasilitas pendukung.
“Venue pada dasarnya sudah siap semua. Tahun ini pembenahan yang kami lakukan lebih kepada penerangan, sound system, elektrikal, pendingin ruangan, dan beberapa titik yang memang perlu diperbaiki. Intinya, kami siap,” ujarnya.
Porprov II Kaltara akan mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga, terdiri dari 48 cabang olahraga prestasi dan dua cabang olahraga eksibisi. Menurut Ernes, Malinau memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat digunakan secara multifungsi, sehingga mampu mengakomodasi berbagai cabang olahraga.
“Untuk cabang-cabang beladiri misalnya, tempatnya bisa sama karena menggunakan matras yang sama. Begitu juga dengan fasilitas badminton, kami memiliki beberapa gedung olahraga di Malinau Kota, Mentarang, Malinau Barat, SMP, hingga GOR Pemda. Venue-venue itu bisa dimanfaatkan untuk beberapa cabang olahraga,” jelasnya.
Selain venue, kesiapan akomodasi juga menjadi perhatian utama. Ernes mengakui pertumbuhan hotel di Malinau tidak secepat daerah perkotaan, namun pemerintah daerah telah menyiapkan skema pemanfaatan homestay sebagai alternatif tempat menginap bagi atlet dan ofisial.
“Kami akan mendorong pemanfaatan homestay. Banyak rumah warga yang bisa digunakan. Apalagi kontingen dari Tarakan, Bulungan, Nunukan, maupun Tana Tidung memiliki hubungan kekerabatan dengan masyarakat di Malinau, sehingga ini bisa menjadi solusi yang baik,” katanya.
Ia memastikan pemerintah daerah siap membantu koordinasi kebutuhan akomodasi seluruh kontingen sejak jauh hari. “Malinau siap menjemput seluruh kabupaten/kota. Bahkan sejak 9 September 2025 kami sudah mendeklarasikan kesiapan menjadi tuan rumah Porprov 2026. Jadi komitmen itu tetap kami pegang,” tegas Ernes.
Menurutnya, penyelenggaraan Porprov bukan hanya soal pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan bagi UMKM lokal, pusat kuliner, hingga destinasi wisata yang dapat dinikmati para atlet dan ofisial.
“Kami ingin atlet tidak hanya datang bertanding lalu pulang. Kalau ada waktu satu hari setelah bertanding, mereka bisa menikmati wisata seperti Setulang atau Semolon. Itu bisa menjadi penyegaran setelah tekanan pertandingan,” ujarnya.
Ernes menambahkan, dengan kepastian jadwal, dukungan pemerintah provinsi, dan kesiapan infrastruktur, ia optimistis Malinau mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta Porprov II Kaltara.
“Yang kami inginkan adalah seluruh atlet bisa bertanding dengan nyaman, masyarakat mendapat manfaat ekonomi, dan Porprov II Kaltara menjadi ajang olahraga terbaik yang pernah diselenggarakan di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT