Porprov II Kaltara Digelar 10–22 November di Kabupaten Malinau 

Eliazar Simon • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:46 WIB
RAKOR : Porprov II Kaltara 2026 akhirnya diputuskan akan berlangsung pada 10–22 November di Kabupaten Malinau berdasarkan Rapat Koordinasi penyelenggaraan Porprov II Kaltara 2026 yang dipimpin Gubernur Kaltara. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
RAKOR : Porprov II Kaltara 2026 akhirnya diputuskan akan berlangsung pada 10–22 November di Kabupaten Malinau berdasarkan Rapat Koordinasi penyelenggaraan Porprov II Kaltara 2026 yang dipimpin Gubernur Kaltara. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TANJUNG SELOR  – Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya ditetapkan. Ajang olahraga terbesar di Kaltara itu akan berlangsung pada 10–22 November 2026 dan seluruh pertandingan dipusatkan di Kabupaten Malinau.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi penyelenggaraan Porprov II Kaltara 2026 yang dipimpin Gubernur Kaltara bersama kepala daerah se-Kaltara, Dispora, serta KONI kabupaten/kota, Kamis (6/8).

Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II Kaltara, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, mengatakan, jadwal pelaksanaan mengalami perubahan dari rencana awal pada September.

“Awalnya Porprov direncanakan sekitar 9 September dan dikaitkan dengan Hari Olahraga Nasional. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis, diputuskan pelaksanaannya pada 10 sampai 22 November 2026,” ujarnya.

Menurut Wiyono, rentang waktu selama dua pekan dipilih agar panitia memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan jadwal pada cabang olahraga tertentu.

Seluruh pertandingan akan dipusatkan di Malinau, termasuk rangkaian pembukaan, penutupan, dan seluruh aktivitas pertandingan. Dari sisi infrastruktur, ia memastikan venue pertandingan pada prinsipnya telah siap digunakan.

“Semua infrastruktur, venue, dan fasilitas pendukung pada dasarnya sudah selesai. Sekarang kita tinggal mengatur tata laksana penyelenggaraan, termasuk jadwal pertandingan, opening ceremony, dan koordinasi teknis lainnya,” katanya.

Porprov II Kaltara akan mempertandingkan 48 cabang olahraga prestasi dan 2 cabang olahraga eksibisi, yaitu mini football dan domino (Orado). Dua cabang eksibisi tersebut tidak akan memengaruhi perolehan medali maupun klasemen akhir.

Wiyono juga menegaskan, bahwa cabang olahraga yang hanya diikuti dua kabupaten/kota tetap akan dipertandingkan untuk kepentingan pembinaan atlet. Namun, hasil pertandingan tersebut tidak menghasilkan medali dan tidak memengaruhi peringkat daerah.

“Kalau hanya dua daerah yang ikut, pertandingan tetap jalan karena kita ingin mendapatkan atlet terbaik. Tetapi tidak ada medali dan tidak memengaruhi klasemen. Kalau tiga daerah atau lebih, berlaku normal,” jelasnya.

Saat ini, pembentukan Panitia Besar (PB) Porprov II Kaltara juga sedang difinalisasi dan ditargetkan rampung. Setelah itu, panitia akan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Malinau sekitar pertengahan Agustus.

Untuk pembiayaan, penyelenggaraan Porprov telah memperoleh green light dari Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemerintah Kabupaten Malinau, dengan skema cost sharing antara pemerintah provinsi dan daerah tuan rumah.

“Anggarannya sudah ada green light dari Pak Gubernur dan Pemkab Malinau, tetapi tetap dengan pola cost sharing,” pungkas Wiyono. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
porprov kaltara malinau olahraga