Bupati Syarwani Pacu Modernisasi Pertanian, Mara Hilir Jadi Pelopor PM-AAS di Kaltara

Taslee • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:22 WIB
PIMPIN APEL: Bupati Bulungan Syarwani memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemkab Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
PIMPIN APEL: Bupati Bulungan Syarwani memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemkab Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

 

TANJUNG SELOR - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam mewujudkan swasembada pangan terus diperkuat melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya dan Tanam Perdana Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Dusun Kenarai, Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, baru-baru ini.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si, bersama Wakil Bupati Kilat hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, keduanya memilih mengendarai sepeda motor menuju lokasi persawahan sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur menuju sentra pertanian.

Di lokasi, Bupati dan Wakil Bupati juga mencoba Combine Harvester, mesin pertanian modern yang mampu menggabungkan tiga proses panen sekaligus, yakni memotong tanaman padi, merontokkan bulir, serta membersihkan gabah.

Penggunaan alat modern tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani, menekan biaya produksi, sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya musim tanam kedua dengan penerapan sistem PM-AAS, sebuah inovasi budidaya padi berbasis teknologi tinggi yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui mekanisasi dan penerapan teknik budidaya yang lebih modern.

Desa Mara Hilir menjadi daerah pertama di Kalimantan Utara yang menerapkan sistem PM-AAS dengan target pengembangan lahan seluas 50 hektare.

Melalui sistem ini, produktivitas padi ditargetkan meningkat hingga mencapai 10–11 ton gabah per hektare, jauh di atas rata-rata produksi pertanian konvensional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian, Pemkab Bulungan bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Utara turut menyerahkan sejumlah bantuan alat dan sarana produksi pertanian.

Bantuan tersebut meliputi Rice Transplanter atau mesin penanam bibit padi kepada Brigade Pangan Britamah, mesin pompa air kepada Kelompok Tani Tanjung Harapan, serta bantuan pestisida kepada Kelompok Tani Harapan Makmur.

Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menegaskan bahwa keberhasilan program modernisasi pertanian tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan komitmen dan partisipasi aktif para petani sebagai pelaku utama di lapangan.

“Saya mengajak dari hati ke hati kepada Bapak Ibu masyarakat petani di Mara Hilir. Sebagus apa pun konsep yang disiapkan pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat dan Brigade Pangan sebagai pelaksana di lapangan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, khususnya terkait sistem irigasi yang menjadi penopang utama peningkatan produktivitas pertanian di Mara Hilir.

Menurutnya, jaringan pompa beserta saluran air sepanjang kurang lebih tiga kilometer telah tersedia, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena air belum mengalir ke areal persawahan.

“Pompa dan salurannya sudah ada sekitar tiga kilometer, tetapi airnya belum mengalir. Saya minta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas PUPR bersama Brigade Pangan, segera menyelesaikan persoalan ini agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pengembangan sektor pertanian bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, melainkan menjadi upaya strategis meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan kabar baik bagi para petani, yakni adanya kepastian pasar hasil panen. Menurutnya, Perum Bulog telah menyatakan kesiapan membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil produksi.

“Bulog menyatakan siap membeli gabah Rp6.500 per kilogram. Ini artinya sudah ada pasar terbuka yang memberikan kepastian bagi masyarakat petani,” ungkapnya.

Kegiatan panen raya dan tanam perdana tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, S.Sos, Ketua TP PKK Bulungan Sri Nurhandayani Syarwani, unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Brigade Pangan, kelompok tani, serta perwakilan PT GAWI Plantation.

Melalui penerapan PM-AAS di Desa Mara Hilir, Pemkab Bulungan berharap modernisasi pertanian mampu menjadi tonggak peningkatan produksi pangan di Kalimantan Utara sekaligus memperkuat posisi Bulungan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di wilayah perbatasan. (*)

Editor : Sophian Hadi
Syarwani teknologi pertanian bulungan