Bulungan Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah Lewat Benuanta Economic Forum 2026

Taslee • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:16 WIB
BEF : Kegiatan BEF 2026 secara resmi dibuka Wakil Gubernur Kaltara, Inkong Ala.
(Taslee/Radar Tarakan)
BEF : Kegiatan BEF 2026 secara resmi dibuka Wakil Gubernur Kaltara, Inkong Ala. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi daerah dengan mengikuti Benuanta Economic Forum (BEF) 2026 yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Selasa (4/8).

Forum strategis tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat dalam merumuskan langkah bersama menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.

Pemkab Bulungan diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Errin Wiranda, SE, yang hadir bersama para pemangku kepentingan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.

Kehadiran Bulungan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, SE, M.Si, yang dalam sambutannya menyoroti berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari perang tarif dagang, gangguan rantai pasok internasional, hingga ketidakpastian geopolitik yang berdampak terhadap kondisi ekonomi nasional maupun daerah.

Meski demikian, menurutnya Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk terus tumbuh karena didukung posisi geografis yang strategis sebagai provinsi perbatasan sekaligus gerbang ekonomi Indonesia di wilayah utara.

“Potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui penguatan hilirisasi sektor unggulan, pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan energi hijau, serta pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif,” ujar Wagub.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga meluncurkan Siap SiGapKU (Sistem Informasi Pengendalian Inflasi dan Harga Terpadu Kalimantan Utara).

Platform digital tersebut menjadi sistem resmi untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, ketersediaan pasokan pangan, serta pengendalian inflasi daerah secara real-time, sehingga diharapkan mampu mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat.

Peluncuran sistem ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi, sekaligus meningkatkan koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di Kalimantan Utara.

Wakil Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), percepatan pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi, serta perluasan kerja sama regional maupun internasional guna menarik investasi yang produktif.

Melalui partisipasi dalam Benuanta Economic Forum 2026, Pemkab Bulungan diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang adaptif, berdaya saing, serta mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global yang terus berkembang. (*)

Editor : Sophian Hadi
umkm Wagub Kaltara Ingkong Ala