TANJUNG SELOR – Kebakaran yang melanda speedboat penumpang Sekatak AAA Kaltara di perairan SP 5 Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah Bulungan, Kamis (6/8), diduga dipicu kebakaran pada mesin genset yang berada di atas kapal.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto melalui Ps. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, titik api diduga berasal dari genset merek Silent berbahan bakar solar berkapasitas 8.000 watt yang kemudian merembet ke genset merek Ryu berbahan bakar bensin berkapasitas 7.500 watt.
"Dugaan sementara, titik api berasal dari genset merek Silent berbahan bakar solar yang kemudian merembet ke genset merek Ryu. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut," kata Hadi kepada Radar Kaltara, Kamis (6/8).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 Wita. Sebelumnya, speedboat berangkat dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor pada pukul 10.20 Wita dengan tujuan PelabuhanTengkayu I, Kota Tarakan. Saat berada di perairan Salimbatu, salah seorang ABK mengetahui dua unit televisi dan empat unit pendingin ruangan (AC) di dalam kapal tiba-tiba mati. Setelah memeriksa panel kelistrikan dan tidak menemukan gangguan, ABK kemudian mengecek ruang genset dan mendapati api telah membesar.
"ABK sempat melakukan pemeriksaan terhadap saklar listrik, namun tidak ditemukan kendala. Saat dilakukan pengecekan ke ruang genset, api sudah menyala," ungkapnya.
Mengetahui kondisi tersebut, nahkoda segera memerintahkan tiga orang ABK melakukan pemadaman menggunakan empat unit alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api terus membesar sehingga upaya pemadaman tidak berhasil.
"Karena api tidak dapat dikendalikan, nahkoda mengambil keputusan untuk menepikan speedboat dan segera mengevakuasi seluruh penumpang demi keselamatan," katanya.
Berdasarkan data kepolisian, speedboat tersebut merupakan kapal penumpang berkapasitas 76 orang dengan empat unit mesin 250 PK. Saat kejadian, kapal mengangkut 26 orang, terdiri atas 23 penumpang dewasa, dua anak-anak, satu balita, serta awak kapal.
"Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," tegas Hadi.
Sebagian penumpang kemudian dievakuasi menggunakan speedboat lain, termasuk Limex Manora, untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Tarakan. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa nahkoda dan awak kapal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama dan syukurnya seluruh penumpang berhasil diselamatkan," pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim