TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus leptospirosis atau penyakit kencing tikus di wilayah Bumi Tenguyun. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya temuan kasus penyakit tersebut di Kota Tarakan.
Kepala Dinkes Bulungan, H. Imam Sujono mengatakan, Dinkes Bulungan terus melakukan pemantauan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Sampai sekarang ini belum ada laporan maupun temuan kasus leptospirosis di Kabupaten Bulungan. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena penyakit ini sudah ditemukan di daerah tetangga," kata Imam kepada Radar Kaltara, Selasa (4/8).
Imam menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang umumnya ditularkan melalui urine tikus. Penularan dapat terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh melalui luka terbuka, lecet pada kulit maupun melalui mata, hidung dan mulut saat seseorang bersentuhan dengan air, lumpur, atau tanah yang telah terkontaminasi.
"Risiko penularan meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas di lingkungan yang tergenang air atau banjir yang tercemar urine tikus," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat perlu mengenali gejala awal penyakit tersebut agar dapat segera memperoleh penanganan medis. Gejala yang umum muncul meliputi demam tinggi, menggigil, nyeri otot terutama di bagian betis dan paha, sakit kepala, mata merah, hingga mual, muntah, dan penurunan nafsu makan.
"Apabila mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan air banjir atau lingkungan yang diduga tercemar, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi," jelasnya.
Dinkes Bulungan juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan mengendalikan populasi tikus, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta menggunakan alat pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di daerah yang berpotensi tercemar.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah paling efektif untuk mencegah leptospirosis," pungkasnya. (jai)