TANJUNG SELOR - Penghargaan nasional yang diraih Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui PGM Award 2026 menjadi lebih dari sekadar simbol prestasi.
Pengakuan dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia itu justru menjadi tantangan bagi daerah untuk menjaga konsistensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah dan kompetensi guru di masa mendatang.
Penghargaan tersebut diterima Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., mewakili Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., pada puncak peringatan Hari Lahir ke-18 PGM Indonesia bertema “Mewujudkan Guru Madrasah Berkualitas, Profesional dan Bermartabat” yang digelar di Auditorium Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
PGM Award 2026 diberikan berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat PGM Indonesia Nomor 049-SK/PGM INDONESIA/00/VII/2026 setelah melalui proses seleksi terhadap pemerintah daerah, tokoh, lembaga, dan insan pendidikan yang dinilai memiliki komitmen dalam memajukan pendidikan madrasah di Indonesia.
Bagi Kabupaten Bulungan, penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan daerah dalam mendukung pendidikan keagamaan mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Namun, capaian itu juga membawa konsekuensi untuk terus menghadirkan program yang mampu meningkatkan kualitas guru, memperkuat tata kelola pendidikan madrasah, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Wakil Bupati Bulungan Kilat mengatakan penghargaan yang diterima bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada PGM Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk terus meningkatkan perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya guru madrasah yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kualitas tenaga pendidik.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama, lembaga pendidikan madrasah, dan seluruh pemangku kepentingan agar mutu pendidikan di Bulungan terus meningkat.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, para guru madrasah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar mutu pendidikan di Kabupaten Bulungan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta berdaya saing,” katanya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi para guru madrasah yang selama ini menjalankan tugas mendidik dengan penuh pengabdian.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh guru madrasah yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
PGM Award merupakan apresiasi yang diberikan kepada pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan madrasah, peningkatan kualitas guru, serta penguatan sinergi dengan PGM Indonesia. Pada tahun 2026, sebanyak 36 penghargaan diberikan kepada gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, unsur legislatif, hingga aparat penegak hukum yang dinilai berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan madrasah.
Kabupaten Bulungan tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
Sementara pada kategori madrasah, penghargaan juga diraih MTsN Bulungan dan MAN Tarakan atas kontribusinya dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengakuan nasional ini menjadi momentum bagi Bulungan untuk tidak berhenti pada capaian penghargaan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kebijakan yang lahir benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan madrasah, serta lahirnya generasi muda yang religius, kompeten, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (*)
Editor : Sophian Hadi