TANJUNG SELOR – Keberhasilan Bulungan dalam menjalankan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) menarik perhatian DPRD Kota Tarakan. Komisi II DPRD Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan untuk mempelajari tata kelola program strategis tersebut sebagai referensi dalam memperkuat ketahanan pangan di Bumi Benuanta.
Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sektor pertanian, khususnya pelaksanaan CSR serta pemberdayaan kelompok tani yang selama ini dijalankan di Bulungan.
"Kunjungan kerja ini difokuskan pada diskusi dan tanya jawab mengenai tata kelola Program Cetak Sawah Rakyat serta pemberdayaan kelompok tani. Kami berharap pengalaman Bulungan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian," kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Jumat (31/7).
Menurut Kristiyanto, CSR merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan pangan nasional maupun daerah. Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan kelompok tani sebagai pemilik lahan yang bermitra dengan Brigade Pangan.
"Kelompok tani menjadi pelaku utama dalam program ini. Mereka bermitra dan berkolaborasi dengan Brigade Pangan sehingga proses pengembangan lahan hingga peningkatan produksi dapat berjalan lebih optimal,"ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antardaerah menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kaltara. Melalui pertukaran informasi dan pengalaman, setiap daerah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
"Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat kebijakan pangan di wilayahnya. Sinergi antar-pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya.
Selain membahas CSR, pertemuan tersebut juga mengulas berbagai strategi pemberdayaan kelompok tani, peningkatan produktivitas pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kristiyanto optimistis kerja sama antardaerah di Kaltara akan semakin memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
"Kami berharap sinergi yang terbangun melalui kunjungan ini terus berlanjut. Dengan kolaborasi yang kuat, pembangunan pertanian di Kalimantan Utara akan semakin maju, ketahanan pangan semakin kokoh, dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat," pungkasnya. (jai)