Pertamina Pastikan Pasokan BBM di SPBU Sengkawit Aman, Antrean Dipicu Tingginya Konsumsi Bio Solar

Fijai RT • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:33 WIB
ANTREAN BBM: Kendaraan mengantre di SPBU Sengkawit, Tanjung Selor, Bulungan
ANTREAN BBM: Kendaraan mengantre di SPBU Sengkawit, Tanjung Selor, Bulungan

TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 63.772.01 Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Bulungan, dalam kondisi aman. Meskipun terjadi antrean kendaraan, pelayanan dan penyaluran seluruh jenis BBM tetap berlangsung normal tanpa gangguan operasional maupun kekurangan stok.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menjelaskan, antrean yang terjadi didominasi kendaraan pengguna Bio Solar yang datang secara bersamaan pada jam tertentu. Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi kendaraan dari luar Bulungan maupun luar Kaltara yang melakukan pengisian di SPBU tersebut.

"Pasokan BBM di SPBU Sengkawit aman dan pelayanan tetap berjalan normal. Hingga Kamis (23/7), realisasi penyaluran Bio Solar telah mencapai 107,9 persen dari kuota berjalan. Hal ini menunjukkan tingginya konsumsi Bio Solar, terutama ketika kendaraan datang secara bersamaan pada waktu tertentu," kata Edi kepada Radar Kaltara, Senin (27/11).

Ia menegaskan, Pertamina terus memantau ketersediaan stok dan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran BBM ke setiap SPBU dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi operasional serta tingkat konsumsi masyarakat.

"Kami memastikan distribusi BBM dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan SPBU lain di sekitar Tanjung Selor sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan antrean," ungkapnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pertamina bersama Pemprov Kaltara, DPRD, aparat penegak hukum (APH), Dinas Perhubungan (Dishub), pengelola SPBU dan sejumlah pemangku kepentingan tengah membahas penerapan verifikasi STNK dalam pembelian BBM subsidi.

Menurut Edi, kebijakan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian identitas kendaraan dengan QR Code sehingga penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

"Verifikasi STNK menjadi salah satu upaya agar distribusi BBM subsidi semakin akurat dan sesuai peruntukannya. Namun, penerapannya masih menunggu ketentuan resmi melalui surat edaran pemerintah daerah," jelasnya.

Selain itu, rencana penggunaan BBM nonsubsidi bagi kendaraan berpelat nomor luar Kalimantan Utara juga masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah daerah. Pertamina menyatakan siap mendukung implementasi kebijakan tersebut setelah dasar hukumnya diterbitkan. Dalam waktu dekat, Pertamina juga akan mengikuti rapat koordinasi bersama GAPENSI serta sejumlah pemangku kepentingan pada Selasa (28/7). Pertemuan tersebut akan membahas evaluasi pola konsumsi BBM, pengaturan antrean kendaraan, penggunaan QR Code, hingga efektivitas penyaluran BBM subsidi di Bulungan.

"Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan terus kami perkuat, termasuk untuk menertibkan kendaraan yang tetap parkir di luar area SPBU setelah selesai melakukan pengisian agar tidak mengganggu lalu lintas maupun menimbulkan kesan antrean lebih panjang," ungkapnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak memarkir kendaraan di sekitar SPBU setelah selesai melakukan pengisian. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan serta mematuhi ketentuan di area SPBU agar pelayanan tetap tertib, lancar, dan penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bbm bulungan