DPRD Bulungan Dorong APBD Fokus Cetak Tenaga Kerja Siap Industri

Fijai RT • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:37 WIB
PELABUHAN: Aktivitas bongkar muat di KIHI Tanah Kuning–Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO : RADAR TARAKAN
PELABUHAN: Aktivitas bongkar muat di KIHI Tanah Kuning–Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO : RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Masuknya investasi berskala besar ke Bulungan dinilai harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. DPRD Bulungan mendorong Pemkab Bulungan mengarahkan anggaran pendidikan tidak hanya untuk pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ketua DPRD Bulungan, Riyanto mengatakan, kehadiran puluhan perusahaan besar telah membuka ratusan peluang kerja, salah satunya melalui pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026. Namun, kesempatan tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan tenaga kerja lokal karena kompetensi yang dimiliki masih belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Investasi yang masuk memang membuka banyak lapangan kerja. Namun, kompetensi tenaga kerja lokal masih sering tidak sinkron dengan kebutuhan industri sehingga masih terdapat pengangguran tersembunyi," kata Riyanto kepada Radar Kaltara, Sabtu (25/7).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Bulungan tengah berkembang sebagai salah satu kawasan tujuan investasi di Kaltara. Tanpa peningkatan kualitas SDM, masyarakat lokal berpotensi hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Karena itu, alokasi APBD untuk sektor pendidikan jangan hanya difokuskan pada pembangunan gedung sekolah.

“Pendidikan vokasi, pelatihan kejuruan serta sertifikasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) juga harus menjadi prioritas," tegasnya.

Ia menilai pelatihan berbasis kompetensi akan memberikan bekal yang lebih relevan bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja. Dengan sertifikasi yang diakui industri, peluang tenaga kerja lokal untuk terserap perusahaan juga akan semakin besar. Selain mengandalkan APBD, DPRD juga mendorong sinergi yang lebih kuat antar Pemda Bulungan dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya,  CSR perlu diarahkan agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas tenaga kerja.

"Kami berharap kerja sama anggaran dengan perusahaan melalui skema CSR dapat disinkronkan dengan program daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing," katanya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani memastikan Pemda Bulungan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM agar mampu menjawab kebutuhan investasi yang terus berkembang di Bulungan. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah agar masyarakat lokal memperoleh manfaat langsung dari masuknya investasi.

"Kami ingin investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Bulungan melalui peningkatan kompetensi dan kualitas SDM," pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Bupati Bulungan Syarwani pemkab bulungan kihi dprd bulungan