TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mencari solusi untuk meningkatkan daya saing sektor peternakan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan tenaga ahli nutrisi pakan ternak guna menekan tingginya biaya produksi yang selama ini membebani peternak unggas.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, kebutuhan tenaga ahli tersebut menjadi penting mengingat sekitar 65 persen biaya produksi peternak unggas masih terserap untuk pembelian pakan dari luar daerah, terutama dari Tarakan dan Berau.
"Bulungan membutuhkan ahli nutrisi pakan ternak agar kita mampu memanfaatkan potensi bahan baku lokal yang sebenarnya tersedia cukup melimpah,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Sabtu (25/7).
Dengan begitu, biaya produksi peternak dapat ditekan. Menurutnya, ketergantungan terhadap pakan dari luar daerah membuat biaya usaha peternakan relatif tinggi dan berdampak pada daya saing produk unggas lokal. Padahal, berbagai bahan baku penyusun pakan tersedia di Bulungan dan berpotensi diolah menjadi pakan berkualitas.
"Sekarang ini sekitar 65 persen biaya produksi peternak habis untuk membeli pakan dari luar daerah. Kondisi ini harus kita ubah melalui inovasi dan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang nutrisi pakan," katanya.
Ia menilai kehadiran tenaga ahli tidak hanya membantu merumuskan komposisi pakan yang sesuai kebutuhan ternak, tetapi juga mendorong lahirnya industri pakan berbasis potensi lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Kalau bahan baku yang tersedia di Bulungan bisa diolah menjadi pakan berkualitas, biaya produksi akan turun, peternak lebih mandiri, dan sektor peternakan daerah akan semakin berkembang," pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim