TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan meminta seluruh kepala desa (kades) memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di wilayahnya. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani.
Kepada Radar Kaltara, Syarwani menyampaikan, pemerintah desa (pemdes) merupakan ujung tombak yang paling mengetahui kondisi masyarakat sehingga memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh anak tetap memperoleh hak atas pendidikan.
"Pastikan seluruh anak di Bulungan tetap bersekolah. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Bulungan," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (24/7).
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dipersiapkan sejak usia dini. Karena itu, pemdes diminta aktif mendata, memantau dan mencari solusi apabila ditemukan anak yang berpotensi putus sekolah.
"Kalau ada anak yang menghadapi kendala ekonomi atau persoalan lain sehingga terancam tidak melanjutkan pendidikan, pemerintah desa harus hadir mencarikan jalan keluarnya. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan," ungkapnya.
Selain pendidikan, Syarwani mengingatkan agar tidak ada praktik mempekerjakan anak di bawah umur. Menurutnya, anak harus diberikan ruang untuk belajar, bermain dan berkembang sesuai tahapan usianya, bukan dibebani pekerjaan yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.
"Jangan ada anak di bawah umur yang dipekerjakan. Hak mereka adalah belajar dan berkembang. Masa depan mereka harus kita lindungi bersama," katanya.
Orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini juga meminta seluruh orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak terpapar penyalahgunaan narkoba maupun pengaruh negatif lainnya. Ia menilai keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun karakter dan menjaga masa depan generasi muda.
"Peran orang tua sangat penting. Awasi anak-anak kita, berikan perhatian, dan pastikan mereka tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka adalah aset berharga yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini," ungkapnya.
Syarwani berharap seluruh kades mampu membangun sinergi dengan sekolah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kalau seluruh anak terlindungi, tetap sekolah, bebas dari eksploitasi, dan terhindar dari narkoba, maka kita sedang menyiapkan generasi Bulungan yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. Itulah investasi terbaik bagi masa depan daerah," pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim