Soal Isu LGBT, Kemenag Tana Tidung Minta Penyuluh Agama Perkuat Pembinaan Remaja

Fijai RT • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:25 WIB
FOTO : Kepala Kemenag Tana Tidung, H. Hamzah. RADAR TARAKAN
FOTO : Kepala Kemenag Tana Tidung, H. Hamzah. RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Kemenag Tana Tidung mendorong peran aktif para penyuluh agama islam dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk maraknya isu LGBT.

 

Kepala Kemenag Tana Tidung, H. Hamzah menegaskan, penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi keagamaan sekaligus membangun karakter masyarakat.

"Penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi, pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman yang baik mengenai ajaran agama, akhlak dan etika dalam kehidupan sehari-hari," kata Hamzah kepada Radar Kaltara, Jumat (24/7).

 

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan kepada masyarakat harus mengedepankan pendekatan yang bijaksana, santun, edukatif serta mengutamakan dialog. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

"Pembinaan harus dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana, santun, edukatif serta mengedepankan dialog dan kasih sayang. Penyuluh diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam memberikan pemahaman keagamaan yang menumbuhkan sikap saling menghormati sekaligus memperkuat nilai moral dan karakter," katanya.

 

Ia menambahkan, pembinaan tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat, tetapi juga perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan sekolah, madrasah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta orang tua. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki keimanan, akhlak mulia dan karakter yang kuat.

"Kolaborasi seluruh elemen sangat diperlukan agar pembinaan kepada pelajar berjalan optimal. Generasi muda harus mendapatkan pendampingan yang baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat," jelasnya.

 

Selain itu, Hamzah meminta seluruh penyuluh agama terus meningkatkan kompetensi dan memperluas literasi keagamaan. Di era digital, penyuluh juga diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan moderasi beragama, pendidikan karakter serta nilai-nilai kebangsaan.

"Manfaatkan media digital secara positif untuk menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kebangsaan sehingga jangkauan edukasi kepada masyarakat semakin luas," ungkapnya.

 

Melalui penguatan kapasitas penyuluh agama, Kemenag Tana Tidung berharap pembinaan keagamaan mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan memiliki karakter yang tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial.

"Dengan peran aktif penyuluh agama di tengah masyarakat dan dunia pendidikan, diharapkan mampu memberikan edukasi yang baik, memperkuat ketahanan keluarga, serta membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah," pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
Penyuluh agama pembinaan remaja lgbt kemenag tana tidung