TANJUNG SELOR– Bupati Bulungan Syarwani menekankan pentingnya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan yang berlangsung selama lima hari, Kamis (23/7), di Aula Benuanta BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor.
Dalam arahannya, Syarwani meminta para kepala desa tidak hanya menjalankan hasil retreat, tetapi juga menerapkannya melalui musyawarah yang melibatkan berbagai elemen di desa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan melahirkan rasa memiliki terhadap program pembangunan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal.
"Libatkan Badan Permusyawaratan Desa, Karang Taruna, Forum Anak, organisasi perempuan, tokoh agama, hingga perwakilan perusahaan. Duduk bersama, bermusyawarah, lalu rumuskan APBDes secara terbuka agar seluruh program mendapat dukungan masyarakat," ujarnya didampingi Sekretaris Daerah Bulungan, H. Risdianto.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan para kepala desa agar memberi perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Ia meminta generasi muda terus dilibatkan dalam pembangunan desa, dijauhkan dari penyalahgunaan narkoba, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.
Syarwani menilai setiap desa di Kabupaten Bulungan memiliki potensi unggulan yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah sentra produksi telur ayam di Desa Tanjung Agung, pengolahan limbah plastik menjadi batako di Bunyu Timur, potensi wisata Pantai Mangkupadi, hingga Air Terjun Long Peso.
Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah desa untuk tidak ragu mengadopsi inovasi dari daerah lain melalui konsep ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
Dengan pendekatan tersebut, produk dan potensi desa di Bulungan diharapkan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
"Kalau ada potensi yang sama, gunakan metode ATM. Amati, tiru, lalu modifikasi agar produk desa memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik," pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi