Bupati Syarwani Ajak Remaja Peduli Kesehatan Mental, Jangan Pendam Masalah Sendiri

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:32 WIB
OLAHRAGA PELAJAR: Sejumlah pelajar mengikuti pertandingan  pada ajang lomba olahraga tradisional di Tanjung Selor.
OLAHRAGA PELAJAR: Sejumlah pelajar mengikuti pertandingan pada ajang lomba olahraga tradisional di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus memperkuat kesehatan mental sebagai bagian dalam upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan Syarwani saat membuka seminar kesehatan mental remaja di Bulungan.

 

Bupati Bulungan Syarwani menilai kesehatan mental tidak lagi dapat dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh dan berdaya saing. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Kesehatan mental bukan lagi isu yang dapat dipandang sebelah mata, melainkan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (23/7).

 

Ia menegaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap persoalan kesehatan mental sebagai bentuk kelemahan. Padahal, keberanian mengenali kondisi diri dan mencari pertolongan merupakan langkah positif yang harus diapresiasi.

Saya ingin menegaskan bahwa kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, kemampuan mengenali perasaan, meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan, serta membangun ketahanan diri merupakan bentuk keberanian dan kedewasaan,” katanya.

 

Karena itu, Syarwani mengajak seluruh pihak menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam memberikan kasih sayang, perhatian dan dukungan emosional sejak dini.

Peran keluarga menjadi sangat penting sebagai tempat pertama bagi anak memperoleh kasih sayang, perhatian, dan dukungan emosional,” ujarnya.

 

Selain keluarga, sekolah juga dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang inklusif, bebas dari kekerasan maupun perundungan, sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bebas dari kekerasan dan perundungan, sekaligus membangun karakter peserta didik,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat luas harus memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan perlindungan kepada anak-anak serta remaja.

Semua pihak harus terus bersinergi memberikan edukasi, pendampingan, dan perlindungan kepada anak-anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan tangguh,” jelasnya.

 

Kepada para pelajar, Syarwani berpesan agar tidak memendam persoalan yang dihadapi. Ia meminta generasi muda berani berbicara kepada orang tua, guru, sahabat maupun tenaga profesional apabila membutuhkan bantuan.

Jangan pernah takut untuk berbicara ketika menghadapi masalah. Jangan memendam beban sendirian. Ceritakan kepada orang tua, guru, sahabat yang dapat dipercaya, atau tenaga profesional apabila membutuhkan bantuan,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun pola hidup sehat sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental, mulai dari menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat, rutin berolahraga, memperkuat ibadah, memperluas pergaulan positif, hingga bijak menggunakan media sosial.

Gunakan masa muda untuk terus belajar, berprestasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

 

Syarwani berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum lahirnya berbagai gagasan dan langkah nyata dalam memperkuat upaya pencegahan persoalan sosial di kalangan remaja.

Saya berharap seminar ini menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental remaja sekaligus melahirkan berbagai langkah nyata untuk mewujudkan generasi Bulungan yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
Pemkab Bukungan Bupati Bulungan Syarwani kesehatan mental