TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan retreat kepala desa (kades) se-Bulungan 2026 harus segera diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik, tata kelola pemerintahan desa yang transparan serta pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat menutup kegiatan retreat yang diikuti 74 kepala desa se-Bulungan.
Syarwani mengatakan, selama mengikuti retreat para kades telah memperoleh berbagai bekal penting, mulai dari penguatan kapasitas kepemimpinan, pemahaman tata kelola keuangan desa hingga wawasan hukum yang menjadi fondasi dalam menjalankan pemerintahan desa.
"Selama beberapa hari meninggalkan rutinitas di desa untuk mengikuti retreat ini, saya yakin bapak dan ibu telah memperoleh banyak pengetahuan baru, memperkuat kapasitas kepemimpinan, memahami tata kelola keuangan desa dan hukum, sekaligus melakukan refleksi terhadap kinerja sebagai pemimpin di tingkat desa," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (23/7).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi antarkepala desa. Ikatan emosional yang terbangun selama retreat diharapkan menjadi modal dalam memperkuat kolaborasi pembangunan di seluruh wilayah Bulungan.
"Retreat ini juga mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarkepala desa. Modal sosial seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah," ungkapnya.
Syarwani menegaskan, desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah. Karena itu, keberhasilan pembangunan Bulungan sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan, transparansi pengelolaan pemerintahan serta inovasi yang dilakukan di tingkat desa.
"Desa adalah garda terdepan pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan Kabupaten Bulungan sangat ditentukan oleh efektivitas, transparansi, dan inovasi yang dijalankan di tingkat desa," tegasnya.
Ia meminta seluruh kepala desa tidak menjadikan materi retreat hanya sebagai pengetahuan teoritis. Seluruh strategi kepemimpinan, tata kelola pemerintahan hingga pengelolaan potensi desa harus diterapkan secara nyata setelah kembali ke wilayah masing-masing.
"Segala ilmu, teknik kepemimpinan, dan strategi tata kelola yang diperoleh selama retreat jangan berhenti di lembaran materi saja. Terapkan secara nyata dalam melayani masyarakat dan mengelola potensi desa," pesannya.
Selain itu, Syarwani mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menekankan agar seluruh anggaran dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Pegang teguh amanah masyarakat. Kelola APBDes secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyelenggaraan yang menyimpang," ujarnya.
Orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini juga meminta kades meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap aspirasi masyarakat serta responsif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
"Jadilah pemimpin desa yang inklusif, mau mendengar aspirasi masyarakat, sigap merespons keluhan warga, dan menghadirkan pelayanan tanpa membeda-bedakan," katanya.
Tidak hanya itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi antardesa maupun dengan pemerintah kecamatan serta Pemda Bulungan. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila seluruh pihak bekerja secara bersama-sama.
"Tingkatkan komunikasi dan sinergi antardesa maupun dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten. Kemajuan desa adalah kemajuan Bulungan," ucapnya.
Syarwani mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari jabatan yang dimiliki, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap seluruh kades mampu menjaga amanah dan menjadikan hasil retreat sebagai langkah awal meningkatkan kualitas pemdes.
"Kepemimpinan bukan tentang posisi atau jabatan, melainkan tentang pengaruh dan manfaat yang Bapak dan Ibu berikan kepada warga desa. Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim