Hindari Truk Sawit Pecah Ban, Truk Tangki BBM Pertamina Hilang Kendali di Jalan Poros Bulungan–Berau

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 03:03 WIB
LAKA TUNGGAL: Sebuah truk tangki pengangkut BBM Pertamina mengalami kecelakaan tunggal di Km 28 Jalan Poros Bulungan-Berau, Senin (20/7) malam. FOTO: DOK WARGA
LAKA TUNGGAL: Sebuah truk tangki pengangkut BBM Pertamina mengalami kecelakaan tunggal di Km 28 Jalan Poros Bulungan-Berau, Senin (20/7) malam. FOTO: DOK WARGA

TANJUNG SELOR - Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Pertamina terjadi di Kilometer (Km) 28 Jalan Poros Bulungan-Berau, Senin (20/7) sekitar pukul 20.00 Wita. Truk tangki tersebut kehilangan kendali (out of control) setelah pengemudinya berupaya menghindari dump truck bermuatan kelapa sawit yang berhenti di badan jalan akibat mengalami pecah ban.

Beruntung tidak terjadi benturan maupun kebocoran muatan BBM. Meski demikian, proses evakuasi kendaraan berlangsung hingga Selasa (21/7) pagi karena posisi truk sempat menghambat akses jalan.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo menjelaskan, truk tangki BBM tersebut sedang melaju dari arah Berau menuju Tanjung Selor.

"Sesampainya di Kilometer 28 Jalan Poros Bulungan–Berau, pengemudi mendapati sebuah dump truck bermuatan kelapa sawit mengalami pecah ban dan berhenti di badan jalan. Untuk menghindari benturan, sopir truk tangki membanting setir sehingga kendaraan keluar dari jalurnya," kata Hadi kepada Radar Kaltara, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan, manuver tersebut dilakukan sebagai langkah spontan untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat kerusakan ban. Mengingat truk tangki membawa muatan BBM, pengemudi memilih menghindar demi mencegah risiko yang lebih besar.

"Pengemudi berusaha menghindari kendaraan yang berhenti di badan jalan sehingga terjadi kecelakaan tunggal. Tidak ada benturan langsung antara kedua kendaraan," ungkapnya.

Usai menerima laporan, personel piket Satlantas Polresta Bulungan langsung menuju lokasi untuk mengamankan area kejadian. Petugas kemudian melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus mengevakuasi kendaraan agar tidak semakin mengganggu pengguna jalan lainnya.

"Petugas langsung melaksanakan pengaturan lalu lintas dan evakuasi kendaraan agar arus kendaraan tetap berjalan dengan aman selama proses penanganan berlangsung," ujarnya.

Evakuasi truk berlangsung cukup lama hingga Selasa (21/7) sekitar pukul 07.28 Wita. Selama proses tersebut, arus kendaraan di Jalan Poros Bulungan–Berau tetap dapat melintas secara bergantian dengan pengawasan personel kepolisian.

Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, kondisi lalu lintas kembali normal dan tidak ditemukan adanya tumpahan BBM maupun korban dalam kejadian tersebut.

Polresta Bulungan mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, agar selalu mengutamakan aspek keselamatan selama perjalanan. Pengendara yang mengalami kerusakan kendaraan di jalan diminta segera memasang rambu atau tanda peringatan pada jarak aman agar dapat diketahui oleh pengguna jalan lainnya, terutama pada malam hari atau di ruas jalan dengan jarak pandang terbatas.

"Kami mengimbau seluruh pengendara, khususnya kendaraan angkutan berat, untuk memasang rambu peringatan apabila mengalami kerusakan di jalan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa," pungkasnya. (jai)

 

 

Editor : Azward Halim
polresta bulungan lakalantas bulungan