Pemkab Bulungan-BPS Perkuat Satu Data hingga Tingkat Desa

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 02:55 WIB
DESA CANTIK: Bupati Bulungan Syarwani menandatangani MoU pencanangan Desa Cinta Statistik bersama BPS Bulungan, Senin (20/7). FOTO: RADAR TARAKAN
DESA CANTIK: Bupati Bulungan Syarwani menandatangani MoU pencanangan Desa Cinta Statistik bersama BPS Bulungan, Senin (20/7). FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencanangkan program desa cantik (Desa Cinta Statistik) sebagai upaya memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar Bupati Bulungan Syarwani dan Kepala BPS Bulungan Yuda Agus Irianto usai pembukaan retreat kades se-Bulungan, Senin (20/7).

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan pemda terhadap program nasional yang diinisiasi BPS. Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Program Desa Cantik ini merupakan bagian dari program nasional BPS yang harus kita sukseskan bersama. Statistik sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di desa-desa," kata 
Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, pemdes didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola, menyusun hingga menyajikan data statistik secara mandiri. Karena itu, materi mengenai pengelolaan statistik desa juga dimasukkan dalam agenda retreat kades sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur pemdes.
"Dengan disaksikan oleh 74 kepala desa, kami berharap kerja sama antara Pemkab Bulungan dan BPS dapat berjalan optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa," katanya.

Syarwani menilai keberadaan data yang akurat tidak hanya menjadi kebutuhan pemerintah dalam menyusun program pembangunan, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pelayanan publik.
"Data yang baik akan menghasilkan perencanaan yang baik. Karena itu, desa harus mampu menyusun dan memperbarui data secara berkelanjutan agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, pencanangan Desa Cantik menjadi awal pembinaan statistik bagi seluruh desa dan kelurahan di Bulungan. Melalui program tersebut, BPS akan memberikan pendampingan terkait metode pendataan, pengelolaan hingga publikasi statistik desa.
"Kami sebagai pembina statistik di Kabupaten Bulungan berkewajiban memberikan pembinaan statistik sektoral maupun statistik dasar kepada seluruh desa dan kelurahan agar nantinya mampu menyajikan data yang berkualitas dan terpercaya," jelasnya.

Menurutnya, sasaran pembinaan mencakup seluruh wilayah administrasi di  Bulungan, yakni 74 desa dan tujuh kelurahan atau total 81 desa dan kelurahan.
"Harapannya seluruh desa dan kelurahan memiliki satu data yang terintegrasi sehingga publikasi statistik menjadi lebih akurat, seragam, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan maupun kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Melalui Desa Cantik, Pemda Bulungan dan BPS berharap budaya sadar data dapat tumbuh hingga tingkat desa. Dengan dukungan data statistik yang berkualitas, perencanaan pembangunan diharapkan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Bulungan.
"Kami optimistis melalui kolaborasi ini kualitas data desa akan semakin baik, sehingga pembangunan di Bulungan dapat dilaksanakan secara lebih terukur, akuntabel, dan berkelanjutan," pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
dana desa bulungan desa