74 Pemdes Ikuti Retreat Kades Se-Bulungan, Bupati Syarwani Tekankan Percepatan Pembangunan

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 02:52 WIB
RETREAT KADES: Bupati Bulungan Syarwani menyematkan tanda peserta kepada perwakilan kades saat apel pembukaan retreat kades se-Bulungan 2026 di Tanjung Selor, Senin (20/7). FOTO: RADAR TARAKAN
RETREAT KADES: Bupati Bulungan Syarwani menyematkan tanda peserta kepada perwakilan kades saat apel pembukaan retreat kades se-Bulungan 2026 di Tanjung Selor, Senin (20/7). FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan resmi memulai retreat kepala desa (kades) se-Bulungan 2026, Sabtu (19/7). Sebanyak 74 kades mengikuti pembekalan intensif yang difokuskan pada penguatan kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa (pemdes) hingga pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, retreat ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan program prioritas Pemda Bulungan.
"Retreat ini kami laksanakan sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dengan seluruh kepala desa. Kami ingin memastikan seluruh program pembangunan daerah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa sehingga berjalan searah dan saling menguatkan," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (20/7).

Menurutnya, retreat tidak hanya menjadi forum peningkatan kapasitas aparatur desa, tetapi juga wadah memperkuat komitmen kades dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Forum ini bukan sekadar peningkatan kapasitas. Kami ingin memberikan penguatan, khususnya dalam tata kelola pemerintahan desa dan pengelolaan keuangan desa agar semakin akuntabel. Pemerintah daerah memiliki kewajiban mendampingi dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan desa," ungkapnya.

Mengusung semangat Madu Ngempada Tenguyun Berdesa, retreat dirancang menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan berbagai inovasi pembangunan desa.
"Melalui forum ini kita duduk bersama, membangun sinergi, mencari langkah-langkah inovatif agar percepatan pembangunan desa dapat terwujud. Kemajuan Kabupaten Bulungan sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa yang ada di dalamnya," tegasnya.

Syarwani menyampaikan apresiasi kepada seluruh kades yang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat jejaring antardesa serta saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan potensi wilayah masing-masing.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa yang telah hadir. Gunakan retreat ini untuk bertukar pengalaman, membangun komunikasi, dan memperkuat kerja sama antardesa sehingga keberhasilan satu desa dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya," ujarnya.

Selama retreat, para peserta akan menerima materi dari berbagai narasumber, di antarnya Kodim 0903/Bulungan, Polresta Bulungan, Kejari Bulungan, Inspektorat Bulungan, Bappeda dan Litbang Bulungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan serta sejumlah organisasi non pemerintah (NGO) yang menjadi mitra pembangunan daerah.
"Berbagai narasumber kami hadirkan untuk memberikan penguatan terkait regulasi penyelenggaraan pemerintahan desa, tata kelola keuangan, hingga menggali potensi desa agar melahirkan inovasi-inovasi baru yang mendukung pembangunan Bulungan," jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan desa harus selaras dengan visi Bulungan, yakni Berdaulat dan Unggul melalui Pembangunan Hijau yang Berkelanjutan. Karena itu, setiap kades dituntut mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus pelayan masyarakat.
"Kepala desa memegang peranan yang sangat strategis sebagai pemimpin, pelayan masyarakat, penggerak pembangunan, sekaligus penjaga persatuan dan keharmonisan di wilayahnya," ucapnya.

Menurut Syarwani, tantangan pembangunan desa saat ini semakin kompleks. Selain harus mampu mengelola administrasi pemerintahan, kades juga dituntut memiliki integritas, kemampuan komunikasi serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
"Pengelolaan keuangan desa harus semakin akuntabel, pelayanan publik harus semakin cepat dan berkualitas, pembangunan harus partisipatif serta pemanfaatan teknologi informasi harus terus ditingkatkan," katanya.

Ia berharap seluruh materi yang diterima selama retreat dapat meningkatkan kemampuan manajerial kepala desa dalam menjalankan pemerintahan dan mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing.
"Retreat ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen sebagai pelayan masyarakat. Manfaatkan setiap sesi dengan sebaik-baiknya, bangun kolaborasi, tumbuhkan semangat gotong royong, dan ciptakan inovasi agar pembangunan desa semakin merata dan berkelanjutan," pesannya.

Syarwani mengingatkan seluruh kades agar menjaga integritas serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan dalam mengelola pemerintahan desa.
"Saya mengingatkan seluruh kepala desa agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, menaati peraturan perundang-undangan, mengelola keuangan desa secara transparan dan akuntabel serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Layani masyarakat dengan sepenuh hati dan jadilah pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi setiap persoalan warga," pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
kepala desa dana desa bulungan