TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus memperkuat pengembangan sektor pertanian dan peternakan terintegrasi (agrokompleks) di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Bulungan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, pendampingan kepada peternak ini dilakukan agar mampu menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan sekaligus menekan risiko kerugian akibat penyakit maupun kematian ternak.
“Monitoring kesehatan ternak dilakukan secara berkala agar kondisi ternak dapat diketahui sejak dini. Bersamaan dengan itu, kami juga memberikan edukasi kepada peternak mengenai manajemen kesehatan hewan sehingga mereka mampu melakukan pencegahan secara mandiri,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Kamis (16/7).
Menurutnya, Long Buang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrokompleks karena didukung bentang alam yang subur serta sumber daya pertanian yang melimpah. Namun, keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan hewan masih menjadi tantangan yang harus diatasi.
“Potensi pertanian dan peternakan di wilayah hulu sangat besar. Karena itu, pendampingan kepada peternak harus terus dilakukan agar produktivitas ternak meningkat dan mampu mendukung perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, tim Disperta juga memberikan penyuluhan mengenai tata cara pemeliharaan ternak yang baik, pencegahan penyakit hingga pentingnya menjaga sanitasi kandang sebagai langkah mengurangi risiko penyebaran penyakit.
“Kami ingin peternak memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola usaha peternakan sehingga produktivitas dapat terus meningkat dan kerugian akibat penyakit ternak bisa ditekan,” jelasnya.
Disperta Bulungan juga terus mendorong pengembangan konsep agrokompleks yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan. Melalui konsep tersebut, hasil pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung produktivitas lahan pertanian.
“Sinergi antara sektor pertanian dan peternakan menjadi kunci dalam membangun sistem usaha tani yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan konsep agrokompleks ini, kami berharap Desa Long Buang mampu menjadi kawasan yang mandiri pangan sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Peso,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Long Buang, Frans Dopit
mengapresiasi kehadiran tim Disperta yang turun langsung memberikan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini peternak sering mengalami kerugian akibat kematian ternak yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
“Kehadiran tim dari Disperta memberikan rasa tenang bagi peternak. Mereka tidak hanya memeriksa kondisi ternak, tetapi juga memberikan pengetahuan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (jai)