TANJUNG SELOR – Bappeda-Litbang Bulungan menggandeng Universitas Kaltara (Unikaltar) untuk menyusun kajian model intervensi kewirausahaan sosial dan skema akses permodalan inklusif bagi kelompok miskin.
Kajian tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan usaha produktif yang berbasis potensi lokal dan akses pembiayaan yang lebih terbuka.
Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat miskin, potensi sumber daya daerah, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha dan memperoleh modal.
“Kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi sosial ekonomi, potensi sumber daya, serta permasalahan yang dihadapi kelompok miskin di Kabupaten Bulungan dalam konteks kewirausahaan dan akses permodalan,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Rabu (15/7).
Menurutnya, penelitian juga mempertimbangkan isu strategis daerah terkait kemiskinan dan pemerataan ekonomi. Selain itu, tim kajian akan menelaah berbagai model intervensi kewirausahaan sosial yang telah berhasil diterapkan di daerah lain dan menilai relevansinya untuk diterapkan di Bulungan.
“Model-model tersebut akan dikaji untuk mendukung pencapaian sumber daya manusia yang unggul serta pengembangan ekonomi lokal berbasis ekologi,” katanya.
Selain aspek kewirausahaan sosial, kajian juga akan menganalisis berbagai skema akses permodalan, baik formal maupun informal. Fokusnya adalah mengidentifikasi hambatan dan peluang bagi kelompok miskin dalam memperoleh pembiayaan usaha.
“Kami juga mengacu pada program-program seperti Kredit Mesra dan UMKM Bulungan Unggul, sehingga hasil kajian nantinya dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Iwan berharap hasil kajian tersebut dapat melahirkan model intervensi kewirausahaan sosial yang adaptif, skema akses permodalan inklusif yang efektif serta rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Bulungan.
“Harapannya, hasil kajian ini terintegrasi dengan visi dan misi RPJMD Kabupaten Bulungan Tahun 2025–2029, sehingga mampu mendukung pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemerataan ekonomi daerah,” pungkasnya. (jai)