TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus memperkuat upaya peningkatan produktivitas dan kualitas kakao. Salah satunya melalui Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) dan penyaluran bantuan pestisida kepada Kelompok Tani Keburau Permai di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan.
Kepala Disperta Bulungan, Kristianto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali serta mengendalikan berbagai organisme pengganggu tanaman yang selama ini menjadi penyebab utama menurunnya produksi kakao.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kemampuan petani dalam mendeteksi dan mengendalikan hama maupun penyakit tanaman sehingga produktivitas serta kualitas kakao dapat terus meningkat,” kata Kristianto kepada Radar Kaltara, Kamis (10/7)
Ia menjelaskan, materi yang diberikan kepada petani difokuskan pada penanganan sejumlah ancaman utama budidaya kakao, seperti Penggerek Buah Kakao (PBK), kepik pengisap buah, penyakit busuk buah, hingga Vascular Streak Dieback (VSD) yang kerap menimbulkan kerugian bagi petani.
“Serangan hama dan penyakit harus dikenali sejak dini agar pengendaliannya lebih efektif dan kerugian petani dapat ditekan,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan komoditas kakao tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana produksi, tetapi juga kemampuan petani menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara tepat dan berkelanjutan.
“Kunci keberhasilan budidaya kakao bukan semata-mata pada bantuan sarana produksi, tetapi bagaimana petani mampu menerapkan teknik pengendalian hama terpadu secara benar di lapangan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Disperta Bulungan juga menyerahkan bantuan berupa herbisida, insektisida, dan fungisida. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan dalam upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman di sentra produksi kakao.
“Bantuan ini diharapkan dimanfaatkan secara bijaksana, terjadwal, dan sesuai dosis anjuran sehingga efektif menekan serangan hama tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Kristianto berharap peningkatan pengetahuan yang dibarengi dukungan sarana produksi mampu meningkatkan produktivitas kakao sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Bulungan.
“Harapan kami, petani semakin mandiri dalam mengelola kebun kakao sehingga produksi meningkat, kualitas hasil panen semakin baik, dan usaha tani kakao dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (jai)