Bupati Terbitkan SE  Kejar, Seluruh Pelajar Bulungan Didorong Miliki Rekening Tabungan

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 16 Juli 2026 | 01:08 WIB
Bupati Bulungan, Syarwani. FOTO: RADAR TARAKAN
Bupati Bulungan, Syarwani. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500/163/EK.TU tentang Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Regulasi tersebut, sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.

Bupati Bulungan, Syarwani mendorong seluruh peserta didik mulai jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs memiliki rekening tabungan di lembaga perbankan. Edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif serta SE Gubernur Kaltara Nomor 400.3.3/2431/DISDIKBUD/GUB mengenai implementasi Program Kejar.
"Pelaksanaannya akan dikoordinasikan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bulungan," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (9/7).

Dikatakan, Kejar merupakan langkah strategis untuk membangun budaya menabung sekaligus memperkenalkan layanan keuangan formal kepada anak-anak sejak usia dini.
“Program satu rekening satu pelajar bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter gemar menabung sejak dini melalui lembaga keuangan formal. Ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pemda Bulungan berkomitmen memberikan dukungan agar seluruh peserta didik pada jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs dapat memiliki rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
“Kami ingin seluruh pelajar memiliki akses terhadap layanan perbankan sehingga mereka terbiasa menyimpan uang di lembaga yang aman dan terpercaya sejak usia sekolah,” katanya.

Selain menyasar peserta didik, Pemda Bulungan juga mengajak orang tua serta masyarakat untuk berperan aktif mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya menabung melalui lembaga keuangan formal.
“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada sekolah atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar budaya menabung benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurutnya, implementasi Kejar merupakan bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di Bulungan. Dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal layanan perbankan sejak dini, diharapkan tercipta ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusif sekaligus memperkuat peran daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal,” jelasnya.

Melalui sinergi antar pemda, satuan pendidikan, sektor perbankan, orang tua dan masyarakat, Pemda Bulungan optimistis Kejar mampu menciptakan generasi yang tidak hanya gemar menabung, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan.
“Harapan kami, setiap anak di Bulungan memiliki rekening tabungan dan menjadikan menabung sebagai kebiasaan sejak dini. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
bulungan