TANJUNG SELOR – Capaian penanganan tuberkulosis (TB) di Bulungan masih jauh dari target nasional. Hingga saat ini, angka penemuan dan pengobatan pasien TB di Bumi Tenguyun masih berada di bawah 50 persen, sementara pemerintah pusat menargetkan capaian sebesar 90 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, Rustam Iwandi mengatakan, keberhasilan penanggulangan TB tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
“Untuk bidang kesehatan, kita tidak bisa bergerak sendiri. Perlu dukungan lintas sektor maupun partisipasi masyarakat agar program-program kesehatan, termasuk penanggulangan Tuberkulosis, dapat berjalan maksimal,” kata Rustam kepada Radar Kaltara, Senin (6/7).
Rustam menjelaskan, TB merupakan salah satu program prioritas nasional. Namun, capaian di Bulungan hingga kini masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Di Bulungan, dari target penemuan kasus dan pasien yang diobati, capaian kita masih di bawah 50 persen. Sementara target nasional yang harus dicapai adalah 90 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu kendala terbesar dalam penanganan TB adalah rendahnya partisipasi masyarakat saat petugas kesehatan melakukan investigasi kontak terhadap anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien.
“Kalau ada satu orang yang terdiagnosis TB, petugas akan melakukan investigasi kontak terhadap orang-orang yang tinggal serumah. Kami berharap mereka bersedia diperiksa dan menjalani pengobatan apabila hasil pemeriksaannya positif,” jelasnya.
Namun, di lapangan, tidak semua masyarakat bersedia mengikuti pemeriksaan ataupun menjalani pengobatan hingga tuntas. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya menekan penyebaran penyakit.
“Investigasi kontak di Bulungan masih belum maksimal. Tidak semua masyarakat yang didatangi mau diperiksa, kemudian tidak semuanya juga bersedia menjalani pengobatan sampai selesai. Ini yang masih menjadi permasalahan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan TB. Selain melindungi diri sendiri, langkah tersebut juga menjadi upaya memutus mata rantai penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Keberhasilan pengendalian TB membutuhkan kerja sama semua pihak. Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk diperiksa dan menyelesaikan pengobatan, maka semakin besar peluang kita mencapai target eliminasi TB di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (jai)