TANJUNG SELOR – Perkembangan harga sejumlah komoditas di Bulungan mengalami peningkatan sepanjang Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat inflasi year on year (yoy) mencapai 4,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, angka inflasi tersebut terlihat dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,39 pada Juni 2025 menjadi 110,24 pada Juni 2026.
“Pada Juni 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 4,60 persen. Sementara inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,67 persen dan inflasi tahun berjalan atau year to date (ytd) sebesar 1,83 persen,” kata Yuda kepada Radar Kaltara, Kamis (2/7).
Dijelaskan, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Beberapa kelompok yang mengalami kenaikan antar lain makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,90 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 2,24 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,59 persen, kesehatan sebesar 1,78 persen serta transportasi sebesar 4,66 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,91 persen, pendidikan sebesar 0,28 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,45 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,09 persen.
“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi dengan andil sebesar 1,99 persen,” jelasnya.
Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,14 persen. Kemudian transportasi sebesar 0,64 persen dan perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,49 persen. Yuda menyebut, beberapa komoditas yang dominan memberikan tekanan inflasi tahunan di antaranya tarif air minum PAM, emas perhiasan, cabai rawit, ikan bandeng, angkutan udara, sewa rumah, bawang merah, minyak goreng, pelumas, serta biaya pemeliharaan kendaraan.
“Komoditas tersebut memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga yang dirasakan masyarakat sepanjang Juni 2026,” katanya.
Sementara itu, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan kontribusi terhadap deflasi, seperti bawang putih, sabun detergen bubuk, telur ayam ras, pengharum cucian, hand body lotion, kangkung, bola lampu, sabun cair, jagung manis, dan daun bawang. Untuk inflasi bulanan (mtm) Juni 2026, beberapa komoditas yang memberikan andil kenaikan harga antara lain cabai rawit, bawang merah, bensin, daging ayam ras, bubur, keramik, pelumas, ban luar motor, tempe, dan ikan bandeng.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain angkutan udara, bawang putih, emas perhiasan, telur ayam ras, ikan tongkol, ikan layang, jagung manis, susu bubuk balita, sabun cair dan daun singkong,” ungkapnya.
BPS Bulungan menyampaikan, kondisi inflasi tersebut menjadi gambaran dinamika harga kebutuhan masyarakat dan menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pemda bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga, terutama komoditas pangan strategis yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Pemantauan harga secara berkala penting dilakukan agar kestabilan harga tetap terjaga dan tekanan inflasi dapat dikendalikan,” pungkasnya. (jai)