TANJUNG SELOR - Kontingen Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bulungan mencatatkan hasil positif dalam kejuaraan karate yang berlangsung di GOR Hasanuddin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sebanyak enam atlet yang dikirim berhasil membawa pulang 10 medali dengan rincian satu emas, enam perak, dan tiga perunggu.
Ketua Karate Bulungan, Tasa Gung, mengatakan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara sekaligus mengukur kemampuan atlet menghadapi persaingan di luar daerah.
“Kami membawa empat atlet untuk try out Porprov Kaltara dan dua atlet usia dini yang mengikuti secara mandiri. Hasil yang diraih ini menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan atlet,” ujar Tasa Gung, Rabu (15/7)
Enam atlet yang tampil seluruhnya berhasil menyumbangkan medali. Arsyila D Shaqueena yang masih berusia 8 tahun meraih medali perunggu pada kelas Open Tournament Kumite Usia Dini -25 kilogram putri serta medali perak kelas 1 sampai 3 Sekolah Dasar Kumite -25 kilogram putri.
Sementara itu, Arsya D Adeking, atlet berusia 6 tahun, berhasil membawa pulang medali perunggu kelas Open Tournament Kumite Pra Usia Dini -25 kilogram putra dan medali emas kelas 1 sampai 3 Sekolah Dasar Kumite -25 kilogram putra.
Pada kategori junior hingga senior, M Daffa Adi Swastika menyumbangkan medali perunggu pada kelas Open Tournament Kumite Beregu Senior Junior Putra dan medali perak kelas SMA/MAN Sederajat Kumite +50 kilogram putra.
Kemudian Raygei M meraih medali perunggu kelas Open Tournament Kumite Beregu Senior Junior Putra serta medali perak kelas Open Debut Borneo Kumite -50 kilogram putra.
Haikal A juga meraih perunggu kelas Open Tournament Kumite Beregu Junior-Senior Putra dan perak kelas Open Debut Borneo Kumite +50 kilogram putra.
Sedangkan Apolonia Y berhasil membawa pulang medali perak pada kelas Open Debut Borneo Kumite +50 kilogram putri.
Selain raihan medali, salah satu pertandingan yang menjadi pengalaman penting bagi atlet Bulungan terjadi pada kelas Kumite Beregu Junior-Senior Putra. Bertanding di Tatami 3 GOR Hasanuddin, tim FORKI Bulungan menghadapi Tim SKHOI Kalimantan Timur pada babak delapan besar.
Menggunakan sabuk biru (Ao), tim FORKI Bulungan berhasil mengalahkan lawannya yang menggunakan sabuk merah (Aka) dengan kemenangan tipis hingga memastikan langkah ke babak semifinal.
Pelatih FORKI Bulungan, Brigpol David, S.A.P., M.AP., menyebut hasil tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan atlet yang terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.
“Try out ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi atlet. Kami melihat mereka mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain, meskipun Kaltara merupakan provinsi termuda,” katanya.
Ia menjelaskan, tim pelatih akan melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan tersebut untuk memperbaiki sejumlah kekurangan sebelum menghadapi agenda berikutnya.
“Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar atlet semakin tangguh, memiliki mental bertanding yang kuat, memahami nilai-nilai Bushido Karate, serta tetap menjunjung sportivitas,” ujarnya.
Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmady, mengapresiasi capaian atlet karate Bulungan yang mampu membawa pulang sejumlah medali dari kejuaraan tersebut. Menurutnya, hasil itu menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga di Bulungan terus berkembang.
“Prestasi ini menjadi catatan positif bagi olahraga Bulungan. Atlet kita mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing dengan peserta dari daerah lain,” ujar Heru.
Ia mengatakan, kejuaraan seperti ini penting bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kesiapan sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.
“Pertandingan seperti ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bagaimana atlet mendapatkan pengalaman, meningkatkan mental bertanding, dan mengetahui sejauh mana kemampuan mereka ketika menghadapi lawan yang lebih kuat,” katanya.
Heru berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami berharap hasil ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar atlet Bulungan mampu mencetak prestasi lebih tinggi ke depannya,” pungkasnya. (")
Editor : Sophian Hadi