TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan kembali menetapkan Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bagi pekebun bermitra di Bulungan. Harga tertinggi TBS periode 15 hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp 3.328,18 per kilogram (kg) untuk tanaman usia 10–20 tahun.
Kepala Disperta Bulungan, Kristianto mengatakan, penetapan harga tersebut mengacu pada hasil perhitungan harga TBS kelapa sawit yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kaltara.
“Penetapan harga TBS ini berlaku bagi pekebun yang bermitra. Harga disesuaikan berdasarkan umur tanaman, rendemen minyak sawit, harga CPO, harga kernel, serta indeks K yang telah ditetapkan,” kata Kristianto kepada Radar Kaltara, Rabu (24/6).
Berdasarkan data harga TBS periode tersebut, tanaman usia 3 tahun ditetapkan sebesar Rp 2.886,53 per kg, kemudian usia 4 tahun sebesar Rp 2.944,93 per kg. Sementara tanaman sawit usia 5 tahun berada pada harga Rp 3.070,75 per kg, usia 6 tahun sebesar Rp 3.084,34 per kg dan usia 7 tahun mencapai Rp 3.105,10 per kg.
"Untuk tanaman usia 8 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp 3.162,29 per kilogram, sedangkan usia 9 tahun mencapai Rp 3.220,74 per kilogram," ungkapnya.
Kristianto menjelaskan, perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh tingkat rendemen CPO dan kernel pada masing-masing kelompok umur tanaman. “Semakin baik produktivitas tanaman dan rendemennya, maka nilai TBS yang diterima pekebun juga akan menyesuaikan,” katanya.
Ia menambahkan, harga CPO yang menjadi dasar perhitungan saat ini tercatat sebesar Rp 14.575,07 per kg, sedangkan harga kernel sebesar Rp 13.762,63 per kh dengan indeks K sebesar 86,78 persen. Disperta Bulungan mengimbau kepada pekebun agar terus menjaga kualitas hasil panen, termasuk memperhatikan tingkat kematangan buah dan tata kelola kebun agar produktivitas tetap optimal.
“Peningkatan kualitas buah akan berdampak langsung terhadap nilai ekonomi yang diterima pekebun. Karena itu, pemeliharaan kebun menjadi faktor penting,” pungkasnya. (jai)