TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang serta memiliki daya saing lebih luas. Salah satu perhatian utama adalah memastikan produk UMKM lokal memenuhi standar legalitas dan keamanan sebelum dipasarkan.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, saat ini sudah terdapat puluhan produk UMKM Bulungan yang berhasil melewati proses kurasi dan masuk dalam jaringan pemasaran Sarinah.
“Kita sudah memiliki sekitar 70 produk yang sudah dikurasi di Sarinah. Walaupun memang belum seluruhnya masuk etalase Sarinah hari ini, keberadaan produk-produk UMKM kita harus terus kita kawal dan fasilitasi,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (19/6).
Menurutnya, Pemda Bulungan tidak hanya mengejar jumlah produk yang mampu masuk pasar nasional, tetapi juga memastikan seluruh produk UMKM memiliki kualitas dan legalitas yang sesuai aturan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membantu UMKM memenuhi persyaratan, mulai dari nomor induk berusaha, izin produksi, aspek kehalalan, hingga sertifikasi dari BPOM,” katanya.
Syarwani menegaskan, pendampingan terhadap pelaku UMKM menjadi hal penting karena produk yang dihasilkan langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai konsumen.
“Kita ingin memberikan jaminan rasa aman terhadap produk-produk yang dihasilkan UMKM kita. Ini bukan hanya soal masuk pasar luar daerah, tetapi juga bagaimana produk lokal yang beredar di masyarakat memiliki standar yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, terutama dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“UMKM ini langsung bersentuhan dengan masyarakat kita, baik pelaku usaha, pedagang, maupun sektor ekonomi lainnya. Karena itu harus mendapatkan perhatian dan intervensi pemerintah,” ungkapnya.
Selain penguatan produk UMKM, Syarwani juga meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan yang untuk terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah sektor yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Termasuk kawasan Pasar Induk, kawasan Kuliner Tepi Kayan (Kulteka), serta kawasan sepanjang tepian Sungai Kayan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.
“Kita sudah melakukan intervensi terhadap Kulteka selama dua tahun terakhir untuk membenahi kondisi fisiknya. Begitu juga kawasan lain yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap DKUKMPP Bulungan dapat terus membangun sinergi dengan para pelaku usaha dan komunitas masyarakat agar program pembinaan ekonomi dapat berjalan maksimal.
“Saya titip kepada DKOP yang baru agar seluruh potensi yang ada bisa dikonsolidasikan, termasuk pengembangan UMKM dan ruang-ruang ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)