TANJUNG SELOR – Upaya membubarkan keributan di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Tanjung Selor berujung insiden penyerangan terhadap aparat. Lima anggota polisi menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan patroli rutin subuh di kawasan THM.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama mengatakan, peristiwa tersebut terjadi setelah Tim Patroli R2 Satuan Samapta menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait adanya keributan pada pukul 03.20 WITA. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sekelompok orang sedang terlibat cekcok. Anggota kemudian berupaya melerai dan mengamankan situasi agar tidak terjadi gangguan keamanan. Namun, kondisi justru berubah. Massa yang berada di lokasi semakin bertambah dan melakukan penyerangan terhadap petugas.
“Anggota datang untuk menjalankan tugas, yakni merespons laporan masyarakat dan membubarkan keributan. Namun, saat dilakukan upaya pengamanan, justru terjadi penyerangan terhadap personel,” kata Rio kepada Radar Kaltara, Jumat (19/6).
Akibat aksi tersebut, lima anggota polisi mengalami luka-luka. Kepolisian memastikan kasus tersebut telah masuk dalam proses penyelidikan. Laporan Polisi (LP) telah dibuat dan seluruh korban telah menjalani pemeriksaan medis melalui visum.
“Kasus ini kami tangani secara serius karena menyangkut penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam proses pengungkapan perkara, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisis awal rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi sekitar 12 orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap lima personel tersebut.
“Rekaman CCTV menjadi bagian dari alat bukti yang membantu penyidik mengidentifikasi para pihak yang diduga terlibat,” katanya.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari pemilik THM, warga sekitar, Ketua RT, hingga pemilik rumah kos yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Pengelola turut dimintai keterangan terkait aktivitas usaha dan situasi saat kejadian berlangsung," ujarnya.
Polisi bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) terus melakukan pendalaman karena perkara ini melibatkan serangan terhadap aparat keamanan.
“Penanganan dilakukan bersama unsur terkait agar seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara terang,” ujarnya.
Terkait informasi penutupan THM sebelumnya, kepolisian menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kejadian meninggalnya seorang pengunjung. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung dan bukan karena faktor lain. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Tidak ada ruang untuk penyelesaian di luar mekanisme hukum. Kami akan bekerja profesional dan transparan dalam menangani perkara ini,” pungkasnya. (jai/lim)