0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Syarwani Beri Warning OPD, Serapan Program 2026 Belum Capai 50 Persen

Fijai RT • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:18 WIB
Bupati Bulungan, Syarwani. FOTO: RADAR TARAKAN
Bupati Bulungan, Syarwani. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani memberikan peringatan kepada seluruh perangkat daerah agar mempercepat pelaksanaan program pembangunan 2026. Pasalnya, capaian realisasi sejumlah kegiatan hingga pertengahan tahun ini masih belum mencapai 50 persen.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan, percepatan pembangunan harus menjadi perhatian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama memasuki semester kedua tahun berjalan. Ia mengaku telah menginstruksikan para asisten untuk segera menggelar rapat koordinasi pengendalian pembangunan (rakordal) guna mengevaluasi capaian program selama enam bulan pertama 2026.
“Saya sudah menugaskan para asisten dan dalam minggu ini kita akan segera melaksanakan rapat koordinasi pengendalian pembangunan yang dipimpin langsung oleh masing-masing asisten sesuai bidangnya,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (17/6).

Rakordal tersebut, lanjut Syarwani, akan dilakukan secara lebih spesifik berdasarkan bidang masing-masing, bukan melalui rapat pleno umum seperti biasanya. Langkah itu dilakukan agar evaluasi dan percepatan dapat lebih fokus.
“Saya berharap rakordal dilaksanakan secara parsial sesuai bidang asistennya masing-masing sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait progres pembangunan,” jelasnya.

Syarwani meminta para camat dan kepala perangkat daerah untuk hadir langsung dalam agenda evaluasi tersebut. Kehadiran pejabat terkait dinilai penting agar setiap kendala dapat segera dipetakan dan dicarikan solusi.
“Teman-teman camat dan kepala perangkat daerah harus benar-benar hadir dan mengikuti proses evaluasi ini. Kita ingin melihat sejauh mana capaian program selama satu semester di tahun 2026,” tegasnya.

Syarwani mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), dari sekitar 3.000 kegiatan yang dialokasikan pada 2026, pelaksanaan pengadaan hingga saat ini belum mencapai 50 persen.
“Saya mendapatkan update dari UKPBJ, dari kurang lebih 3.000 kegiatan program yang kita alokasikan di tahun 2026, belum sampai 50 persen yang sudah kita eksekusi melalui penyediaan maupun pengadaan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemda Bulungan karena waktu pelaksanaan program semakin terbatas. Namun, Syarwani optimistis masih terdapat waktu untuk mempercepat proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Kita berpacu dengan waktu. Masih ada kurang lebih enam bulan ke depan untuk mengeksekusi mulai dari proses pengadaan sampai pelaksanaan kegiatan di lapangan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pengampu kegiatan di masing-masing OPD meningkatkan koordinasi dan memastikan seluruh program yang telah direncanakan dapat selesai sesuai target.
“Saya berharap seluruh kegiatan yang sudah kita rencanakan dapat kita selesaikan dan tuntaskan paling lambat sekitar tanggal 20 sampai 25 Desember 2026,” katanya.

Syarwani menegaskan, evaluasi melalui rakordal nantinya harus menghasilkan langkah konkret berupa strategi percepatan dan mitigasi terhadap berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan program.
“Kita ingin mendapatkan gambaran secara utuh dan memetakan langkah-langkah percepatan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan seluruh program yang sudah dialokasikan tahun 2026,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan