TANJUNG SELOR – Dalam upaya mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa sawit sekaligus memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan kegiatan Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit, dalam rangka peningkatan nilai ekonomi produk kerajinan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah dan produk samping sawit di IKM kerajinan Kalimantan Utara. Kegiatan ini mendukung ekonomi hijau berbasis kelapa sawit.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari, pada 22–26 Juni 2026 di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan ini mendapatkan dukungan penuh pendanaan dari BPDP. Workshop diikuti peserta sebanyak 30 pelaku usaha kerajinan yang berasal dari Kabupaten Bulungan 14 orang, Malinau 6 orang, Nunukan 5 orang dan Tana Tidung 5 orang.
Dalam acara tersebut, turut hadir Sekretris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltara sekaligus memberikan sambutan dan membuka workhop dimaksud. Hadir pula perwakilan BPDP, Ketua Dekranasda Bulungan, Dinas Perkebunan Kaltara, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bulungan.
Baca Juga: Dua Atlet Perkemi Bulungan Sabet Medali di Kejurnas Rektor UNHAS Cup XVIII 2026
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku IKM dalam mengolah limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, terutama bagi IKM di Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung yang merupakan pusat-pusat perkebunan kelapa sawit dan pabrik CPO di Kaltara.
Selama pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik pembuatan kerajinan anyaman serta kertas seni berbasis bahan baku kelapa sawit. Peserta workshop didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi produk yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki peluang pasar yang luas.
Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kaltara dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang besar. Selama ini, hasil utama sawit lebih banyak dikenal dalam bentuk minyak sawit dan turunannya. Padahal, limbah dan produk samping dari industri sawit, seperti pelepah, lidi, hingga serat, menyimpan potensi nilai ekonomi yang belum tergarap secara optimal.
Baca Juga: Lepas Kontingen Penas XVII, Wabup Bulungan Tekankan Transformasi Pertanian dan Perikanan
”Melalui tema workshop kali ini, yaitu peningkatan nilai ekonomi produk kerajinan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit, kita diajak untuk melihat sawit dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya sebagai komoditas, tapi juga sebagai sumber daya kreatif bagi pelaku IKM kerajinan di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah BPDP, sebagai mitra penyelenggara yang dalam sambutannya diwakili oleh Anwar Sadat, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP menyampaikan komitmen BPDP untuk mendukung program-program ekonomi hijau berbasis sawit melalui pemberdayaan UMKM perkebunan sawit, termasuk bagi pelaku IKM yang dilaksanakan oleh BSPJI Samarinda.
Baca Juga: Bulungan Raih Penghargaan Sahabat Pers Nasional 2026
Melalui sinergi BSPJI Samarinda dan BPDP, diharapkan industri kerajinan berbasis kelapa sawit di Kaltara dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu sektor unggulan daerah. Posisi strategis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada pada jalur perdagangan regional menjadi peluang besar bagi pengembangan pasar produk kerajinan berbasis kelapa sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Disamping itu pula potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit Kaltara yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Dengan luas perkebunan kelapa sawit mencapai lebih dari 579.420 hektare serta didukung oleh 20 pabrik pengolahan kelapa sawit yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan workshop ini, guna memperkenalkan berbagai teknik dan inovasi pengolahan bahan baku alternatif dari kelapa sawit menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan daya saing.
Baca Juga: Respons Porwada II Kaltara, Bupati Pastikan Kesiapan Kontingen Wartawan Bulungantas
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri kreatif berbasis sumber daya lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Kaltara. (iwk)
Editor : Rahul