TANJUNG SELOR - Pembukaan MTQ ke 22 tahun 2026 tingkat Kecamatan Tanjung Palas Timur berlangsung akhir pekan tadi, di Masjid Al-Awwabin di Jl Melati Desa Binai.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Jamal, SH, MAP secara resmi membuka kegiatan yang diikuti kafilah dari 7 desa dengan total 194 peserta.
Asisten I mengingatkan, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Alquran tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur'an.
"Melalui MTQ ini diharapkan lahir Qori dan Qoriah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Tanjung Palas Timur pada tingkat yang lebih tinggi. Yang terpenting lagi, nilai-nilai Alquran dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Asisten I menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras panitia bersama Pemerintah Kecamatan Tanjung Palas Timur serta Pemerintah Desa Binai yang telah menyiapkan pelaksanaan MTQ dengan baik.
”Melalui MTQ, kita berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga kelurahan.
Perhatian ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat.
Selain kegiatan-kegiatan keagamaan, kegiatan kepemudaan, olahraga hingga kegiatan kesenian dan kebudayaan terus digalakan pemerintah.
Melalui ragam kegiatan di tengah-tengah masyarakat, pemerintah mengharapkan adanya pembinaan berjenjang di berbagai bidang.
Selain itu, pemerintah daerah turut memberi perhatian ekstra terhadap layanan pendidikan di semua jenjang di tingkat kecamatan maupun desa.
Pemerintah memegang penuh prinsip-prinsip kesetaraan dalam memberikan layanan pendidikan.
Komitmen itu tercermin penuh dalam berbagai kesempatan, Bupati Bulungan Syarwani kerap menyampaikan agar tidak ada anak yang tidak mengenyam bangku pendidikan.
"Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Semua anak di Bulungan wajib mendapatkan hak pendidikan. Jangan karena alasan keterbatasan ekonomi atau membantu kegiatan orang tua, sehingga mengabaikan pendidikan. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar kesempatan pendidikan di Bulungan berjalan secara merata," tegas bupati. (*)
Editor : Sopian Hadi